Syofian Chaniago Mari Bangun Aie Manih, ”BAIYO – IYO” Basamo-Samo

KOTA PADANG127 Dilihat

PADANG AT – Syofian Chaniago salah seorang tokoh masyarakat Bukit Aie Manih Kecamatan Padang Selatan, menjelasakan bahwa lokasi Objek Wisata Malin Kundang di Pantai Aie Manih, salah satu objek wisata andalan Kota Padang, di kenal banyak orang, baik Nasional dan Internasional.

Mendengar pengakuan Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP, pada acara peresmian pemakaian Mushalla Yusuf, hatinya sangat terharu dan timbul kembali semangat juang sebab Walikota dengan terus terang menyatakan sikap yang jelas akan mengelokasikan anggaran untuk pembangunan lokasi di objek wisata Malin Kundang dan pantai aie manih dengan baik, dan serta melakukan penataan lokasi objek wisata  Malin Kundang yang menarik lagi.

Di katakan Syofian Chaniago dengan suara serak basah dengan perasaan mendalam, usai acara peresmian Mushalla Yusuf oleh Walikota Padang, berjarak dari bibir Pantai Malin Kundang sekitar 100 meter, Selasa (24/1).

Maka itu, Kata Syofian Chaniago mari kita. “BAIYO IYO” basamo-samo, saciok ba ayam sadanciang bak basi, agar kita selalu maju dan daerah air manis tidak terbelakang lagi.

Sama-sama kita dengar pengakuan dan cinta walikota pada warga aie manih, katakan apa yang kita rencanakan untuk pembangunan lokasi objek wisata Malin Kundang lebih menarik kedepannya, Walikota siap lokasikan dana, ujar Syofian

Syofian menambahkan mari kita berpikir positif, Di Nagari Aie Manih ada suku 6, di antara suku memiliki datuk dan ninik mamak, mari kita gerakan, dimotivasi agar dapat berkarya menjadi objek wisata Malin Kundang lebih terkenal di dunia internasional, siapa lagi yang memikirkan nagari kita ini kalau tidak masyarakat Aie Manih. tak mungkin orang lain memikirkan nagari kito.

Disini kita berharap sungguh pada Datuk 6 suku dan ninik mamak, dapat membimbing anak kemenakan serta memberikan pemahaman agar dapat meneriama masukan dan saran dari Pemerintah untuk pembangunan Nagari Aie Manih yang terkenal di seluruh dunia karena objek wisatanya dengan lagenda,”Malin Kundang”.

“Cerita anak durhaka mendunia. Malin Kundang” tapi setelah orang datang dan melihat lokasi objek wisata berantakan, kotor, tempat dagang PKL letaknya ambaradul tidak tertata, begitu tempat Parkir sembraut, taman tidak ada, apalagi bak sampah” ujar Syofian mengebu-ngebu.

Syofian berharap kedepannya pada warga aie manih, agar dapat menerima masukan dan saran dari Walikota Padang, supaya daerah ini terbuka dan tertata dengan rapi, sehingga para pengunjug akan merasa kagum dan memberikan fujian karena semua telah berupa berkat kito telah ‘Ba Iyo-iyo Basamo” mengujudkan sebuah impian dan harapan, ujarna.

“Kita tahu, bahwa pemerintah tak akan pernah menyesensarakan warga dan masyarakatnya, Cuma kita yang lalai memanfaatkan kesempatan yang ada, seperti sekrang Walikota telah membuka lebar-lebar, dan seluas-luas, apa yang kita inginkan agar objek wisata Malin Kundang di buat lebih menarik lagi, di lengkapi fasiltasnya sebagai lokasi di objek wisata”. Lanjut Syofian, tentu warga Aie Manih yang beruntung. (Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *