• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Kamis, Mei 30, 2024
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Makan Bajamba bersama warga Batipuah Ateh, BNPT dan FKPT Sumbar Merasakan Uniknya Tradisi Minang

14 September 2023
Makan Bajamba bersama warga Batipuah Ateh, BNPT dan FKPT Sumbar Merasakan Uniknya Tradisi Minang

Andalas Time,Tanah Datar - Bupati Tanah Datar, diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik, Erizanur, membuka Kenduri Desa Damai, di pelosok nagari di Sumatera Barat, Batipuah Ateh, Rabu (13/9/2023). Acara dipusatkan di aula Kerapatan Adat Nagari (KAN) Batipuah Ateh, Tanah Datar.

Erizanur, menilai pemilihan lokasi di nagari yang jauh dari kota sebagai langkah FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) Sumbar bersama BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) untuk menggali kearifan lokal setempat. Dalam kokohnya kearifan lokal itulah disampaikan pesan-pesan agar tetap menjaga keutuhan masyarakat, terbebas dari paparan radikalisme.

Berita Lainnya

Gubernur Sumbar : Masyarakat Mohon Bersabar, Perbaikan Jalan Lembah Anai Diperkirakan Tuntas 21 Juli 2024

Persawahan Diterjang Galodo, Athari Gauthi Akan Perbaiki Saluran Irigasi

KPU Tanah Datar Tetapkan 35 Calon Terpilih Anggota DPRD

Staf Ahli Bupati ini juga memahami bahwa dalam kondisi dunia yang mengglobal sekarang, paham radikalisme tidak lagi dibatasi wilayah atau harus lewat tatap muka, tetapi melalui handphone di media sosialnya. “Jadi kearifan budaya lokal Batipuah Ateh yang didasari agama yang kuat, selayaknya ditambah dengan pencerahan oleh narasumber nasional dan daerah tentang hidup damai tapi tetap waspada,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit Pengawasan BNPT, Kolonel (Marinir) Edy Cahyanto, dalam paparannya mengatakan, penyebaran paham radikalisme menggunakan geostrategi, membaca lingkungan. Ada lagi cara dengan menggandeng bandar narkoba untuk pemggalangan dana. “Namun sekarang yang terbanyak penyebaran aliran, paham (isme) itu melalui media sosial karena setiap orang sudah menggunakan handphone,” sebutnya.

Kita di desa atau nagari perlu mengingatkan generasi muda agar tidak mudah percaya pada konten-konten yang mengarah pada penyebaran isme yang seolah-olah membawa kebenaran, padahal informasi itu hoaks.

Edy Cahyanto, menilai Sumatera Barat dengan kearifan lokal nagari-nagari patut bersyukur karena adat dan budayanya bersumber dari kitabullah agama Islam.

Narasumber daerah, Muhammad Taufik yang juga dosen UIN Imam Bonjol Padang, menyatakan kebebasan terbesar masyarakat Minang adalah dalam menghargai perbedaan pandangan dan sikap. “Berbeda tapi tetap satu, hidup saling menghormati sikap kritis dan pandangan sudah terbentuk sejak dahulu,” ujarnya.

Kepada generasi muda yang sebagian besar menggunakan media sosial, Taufik mengingatkan agar pandai-pandai memilah fatwa yang tidak berdasar ilmu agama yang benar. “Sebab tafsir agama itu banyak sekali dan bisa diselewengkan untuk memecah belah masyarakat,” Muhammad Taufik.

Dalam pertemuan yang melibatkan ninik mamak, pemuka masyarakat, bundo kanduang, generasi muda, unsur KAN dan perangkat Kenagarian di kecamatan Batipuah Ateh, peserta juga diajak berdiskusi kelompok, menampilkan materi diskusi dan permainan cerdas cermat yang dipandu Swastika Nohara, akademisi dan praktisi film.

Ketua FKPT Sumbar, Adil Mubarak, menyatakan bangga dengan acara Kenduri Desa Damai, sebagai upaya mengajak mansyarakat mengenali diri dan lingkungan di nagari dan jorong yang ada di Sumbar.

Dengan mengedepankan kearifan lokal, disuguhi makan bajamba, acara terasa menjadi milik KAN bersama warga setempat. Makan beradat itu menghadirkan keakraban, saling pelajar Dan memahami tradisi setempat. “Kekuatan budaya lokal semoga dapat ditularkan kepada generasi muda di Batipuah Ateh,” harap Adil.
(Rilis/Bnpt_Fkpt.Sumbar)

Post Views: 211
ShareTweetSend
Previous Post

Pemkab Solok Gelar Rapat Bahas Tentang Masalah Tanah di Convention Hall Alahan Panjang

Next Post

Gubernur Mahyeldi Arahkan Eks Napiter untuk Fokus pada Kegiatan Positif dan Bernilai Ekonomis

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In