Pemkab Solok Gelar Rapat Bahas Tentang Masalah Tanah di Convention Hall Alahan Panjang

KABUPATEN SOLOK75 Dilihat

Andalas Time,Kab.Solok – Pemkab.Solok menggelar Rapat Koordinasi Tentang permasalahan Aset Tanah khusus Convention Hall Alahan Panjang dan BPTP Arosuka pada Rabu (13/09/23) diRocky Hotel, Padang.

Pembahasan tersebut diikuti oleh Sekda Kabupaten Solok, Medison, Korsupgah Wilayah I KPK RI, Arif Nurcahyo, Kepala Bidang Penataan, Kanwil ATR / BPN Sumatera Barat, Hanif, beserta jajaran, Sekretaris Badan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Kementrian Pertanian, Anggi beserta jajaran, BSIP Sumatera Barat, Rustam beserta jajaran.

Selanjutnya Kepala Dinas DPRKPP, Retni Humaira beserta jajaran, Kepala Dinas Kesehiatan, Zul Hendri beserta jajaran., Kepala BKD, Indra Gusnadi beserta jajaran, Kepala RSUD Arosuka, M. Yohanes Indra, Sekretaris Inspektorat, Dery Akmal serta Kantor Pertanahan Kabupaten Solok.

Sekda Medison yang sekaligus menjadi Pimpinan Rapat mengatakan bahwa Proses Sertifikasi tanah Convention Hall Alahan Panjang terhenti, dikarenakan adanya penguasaan oleh masyarakat yang tidak memiliki izin usaha, dan adanya laporan dari oknum masyarakat.

“Pemerintah Daerah Ingin mensertifikatkan seluruh tanah yang telah ada pelepasan hak, meskipun demikian Pemerintah daerah juga tidak akan serta merta akan melarang masyarakat melakukan usaha di atas tanah tersebut, namun diperlukan adanya perjanjian pengelolaan yang jelas”,jelasnya.

Terkait Tanah BPTP Sumatera Barat, Sekda Medison menyebutkan Rancana pengembangan RSUD Arosuka pada tanah BPTP yang telah dilakukan pelepasan haknya kepada Pemerintah Kabupaten Solok.

“Karena saat ini Pemerintah Kabupaten Solok sedang mengalami keterbatasan keuangan, dan adanya Refocusing maka kesepakatan pada Nota Kesepahaman tidak dipenuhi”,sebutnya.

Untuk itu tambah Sekda, Pemerintah Kabupaten Solok akan mengajukan revisi hibah disebabkan adanya perubahan rencana peruntukan lahan yang awalnya untuk Islamic Center menjadi Pengembangan RSUD.

“Adanya perubahan rencana peruntukan dilakukan karena adanya sumbangan pembangunan dua buah mesjid oleh warga Kabupaten Solok yang sukses di rantau yaitu Komjen Purn. Suhardi Alius,”tuturnya.(adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *