Andalas Time,Padang - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan salah satu wisata taman hiburan yang berada di daerah Jakarta Timur. TMII memiliki luas lahan sekitar 150 hektar yang diubah menjadi panggung seni, dan sarana edukasi bagi pengunjung. Taman ini menyediakan berbagai destinasi wisata yang dapat kita akses ketika mengunjungi taman ini yang bertemakan budaya Indonesia. Wisata yang di tampilkan sangat beragam mulai dari istana anak-anak, miniatur bangunan rumah adat, taman legenda, teater keong emas, sky world, aquarium, museum, serta wisata lainnya. TMII memiliki harga tiket yang berbeda, dimana untuk tiket masuk perorangan sekitar Rp. 35.000, sedangkan untuk pengguna kendaraan mobil, dan motor harganya berbeda lagi. TMII lebih banyak dikunjungi oleh anak-anak sekolah usia 12 tahun kebawah yang didampingi oleh orang tua mereka, dan banyak didatangi oleh keluarga. Padahal, TMMI ini target pasarnya adalah anak muda, agar anak muda dapat mewujudkan sikap menghargai perbedaan-perbedaan budaya dan dapat melestarikan budaya Indonesia.
Dilansir dari Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, jumlah kunjungan peminat TMII meningkat di 2022 yaitu sekitar 1,05 kunjungan wisatawan. Jumlah kunjungan ini tercatat naik sekitar 18,8% dibandingkan kunjungan pada tahun 2021 silam. Humas TMII mengatakan kunjungan ini menurun disebabkan pandemi Covid-19 yang menimpa. Pengelola TMII melakukan penghematan untuk memperkecil pengeluaran operasional. Selain itu, berkurangnya pendapatan yang dihasilkan oleh TMII, menyebabkan TMII tidak dapat menyetorkan kas ke negara. Setelah 44 tahun TMII dikelola oleh Yayasan Harapan, TMII diambil alih oleh negara secara resmi. Pengambil alihan ini disebutkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 tahun 2021 tentang Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada tanggal 1 April 2021.
Selain peristiwa Covid-19 yang menimpa, TMII cenderung kurang diminati anak muda karena mereka cenderung memilih wisata dengan banyak wahana permianan seperti wisata Ancol ketika sedang berlibur. Meskipun harga wisata Ancol sangat jauh harganya dibandingkan TMII, namun tidak dipungkiri peminat Ancol lebih besar mulai dari kalangan anak sekolah, anak remaja, hingga orang dewasa pun mereka lebih memilih Ancol karena wisata yang diberikan berupa wahana permainan yang seru, banyak, dan terkesan lebih menantang. Hal ini juga dapat disebabkan karena TMII lebih menyuguhkan pemandangan dibandingkan permainan, sehingga anak muda lebih memilih Ancol dibandingkan TMII.
Dikutip dari salah satu platform media sosial “TikTok”, beberapa pengguna mengatakan wisata “bagian aquariumnya rada kabur, masih jadul, membosankan, dan kurang worth it untuk didatangi karena untuk masuk ke dalam aquarium ini perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 55.000”. Padahal, TMII sudah melakukan renovasi besar-besaran dan selesai pada pertengahan Tahun 2022 kemarin. Namun terdapat juga wisata lain yang biaya masuknya gratis, seperti Museum namun suasananya juga tidak begitu ramai dikunjungi.
TMII perlu melakukan inovasi dalam mempromosikan dan melestarikan wisatanya agar semakin banyak pengunjung yang berminat. Promosi dapat dilakukan dengan memanfaatkan penggunaan media yang strategis. Seiring perkembangan zaman, banyak strategi pemasaran yang dapat dilakukan dengan kemajuan teknologi.
Terdapat beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan dengan kemajuan teknologi, beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu :
Mempromosikan TMII melalui media digital internet yang dapat menjangkau konsumen secara relevan. Strategi ini sangat umum dilakukan oleh sebagian pemasar. Promosi melalui cara ini dapat lebih efektif dan maksimal ketika kita meningkatkan beberapa elemen digital, seperti membangun konten yang menarik, menyampaikan konten kepada konsumen, menyebar informasi melalui sosial media seperti Instagram, YouTube, Tiktok agar pemasaran lebih cepat.
Membuat kesan pengunjung tentang tempat wisata melalui istilah Destination Image. Kesan ini menampilkan wisata melalui citra pengunjung yang baik terhadap wisata TMII. Sehingga dengan adanya citra yang baik dari pengunjung, akan tersebar ulasan positif dari pengunjung. Destination Image ini mempengaruhi kepuasan dari wisatawan.
Menonjolkan kelebihan TMII yang tidak ada pada wisata lain. TMII memiliki kelebihan pada segmentasi wisata yang tidak ada pada wisata lain, yaitu wisata yang berkonsep kebudayaan Indonesia. Kelebihan ini dapat diperlihatkan lebih lanjut melalui sosial media dan menambahkan sedikit acara bertemakan kebudayaan didalamnya agar lebih menarik.
Merenovasi beberapa tempat di TMII menjadi lebih kekinian dan lebih berwarna agar tidak terlihat membosankan. Hal ini akan menarik perhatian anak muda karna tempatnya yang mnemiliki banyak spot untuk berfoto.(***)



Discussion about this post