Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan kegiatan peluncuran program NES di Agam ini merupakan yang kedua dan selanjutnya akan dilaksanakan di Alahan Panjang Kabupaten Solok, serta kabupaten/kota lainnya.
Program NES ini berbasis kemudahan dalam akses keuangan, sehingga sangat membantu masyarakat terutama yang bergerak di sektor ketahanan pangan yaitu pertanian, perkebunan, dan perikanan yang terkendala dengan akses pembiayaan,” jelasnya.
Direktur Utama Bank Nagari, Dedy Ihsan, mengatakan program NES ke-2 di Kabupaten Agam ini merupakan program gubernur bahwa Sumbar akan ditingkatkan jumlah sapi yang nantinya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan sebagian besar akan di ekspor keluar negeri dalam bentuk rending.
“Pasar ekspor tersebut sudah dilakukan oleh gubernur ke baberapa daerah di luar negeri, seperti ke Australia, Asia Tenggara, Belanda dan sebagainya. Nanti di Sumbar ini juga akan dibuat beberapa lokasi untuk memproduksi rendang sehingga dapat mempercepat industrialisasinya,” ujarnya.Dedy Ihsan menambahkan, untuk meningkatkan jumlah sapi, maka ditunjuk Kabupaten Agam untuk meningkatkan jumlah sapi setiap tahunnya dan juga akan dibuat sentral produksi Direktur Utama Bank Nagari Sumbar, Dedy Ihsan mengatakan, gerakan NES tersebut, Bank Nagari bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), MBS-EC, Pemprov Sumbar dan Agam, sampai saat ini dana yang sudah dikucurkan mencapai Rp 315 miliar untuk ternak sapi dengan jumlah 3.867 ekor sapi.
“Ini sebagai wujdukan kami dalam mewujdukan SK Gubernur untuk meningkatkan ketersediaan sapi, dan daging potong di Sumbar, dan sampai saat ini, ketersediaan daging sudah mencukupi kebutuhan,” kata Dedy.
Dedy menyebutkan, jika kelebihan produksi, pihaknya bakal mencarikan pemasarannya. Seperti diketahui, sudah banyak sapi yang mulai besar, dan ini mudah-mudahan terus berkembang.
“Dalam rangkaian NES ke 2 di Lubuk Basung ini, kami juga memeberikan edukasi dan sosialisasi mulai dari budidaya ternak, asuransi, bagaimana beternak sapi yang menguntungkan, mudahan semua itu bisa menjadi tambah wawasan pada peternak dalam meningkatkan produksi sapinya,” jelas Dedy.Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan sejumlah bantuan CSR dalam bentuk saprodi peternakan, dana pendidikan untuk anak peternak dan petani, dan hal-hal terkait lainnya.
“Kita juga membuat MOU dengan BAZ, mudah-mudahan zakat pegawai bank nagari bisa disalurkan pada mustahik dengan baik, terutama untuk peningkatan produksi sapi,” pungkas Dedy.
Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria berharap dengan adanya program NES ini dapat mempercepat minat peternak sapi agar lebih meningkatkan kualitas dan kuantitasnya.
“Saat ini kita juga sedang mengembangkan integrasi antara peternakan sapi dan jagung. Maka dari itu, kita berharap program NES ini untuk yang berikutnya dapat bertemakan integrasi antara peternakan sapi dan jagung. Mungkin akan kita geser sedikit ke Kecamatan Palembayan,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, program NES juga sejalan dengan program Kabupaten Agam yaitu “Agam Menyemai” yang sudah jalan selama lima tahun belakangan ini. “Agam menyemai ini merupakan bentuk lain dari program provinsi yaitu gerakan pesejahteraan petani,” ujar Wakil Bupati Agam tersebut.Setelah kegiatan launching tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan saprodi peternakan, CSR bedah rumah, mesin tetas telor solar power untuk program desa mandiri, dan dana pendidikan kepada anak petani/peternak, serta penyerahan hadiah kepada pemenang kontes ternak sapi.(ADV)

Discussion about this post