Pemerintah Kecamatan IV Jurai Lakukan Pemantauan Kasus Stunting di Limau Gadang Lumpo

PESISIR SELATAN48 Dilihat

AndalasTime,Pessel – Pemerintah Kecamatan IV Jurai bersama Puskesmas Lumpo melakukan pemantauan perkembangan kasus stunting di Nagari Limau Gadang Lumpo, Senin (8/5). Kegiatan itu juga diikuti unsur pemerintah nagari setempat, bidan desa dan Tim Penggerak PKK Nagari Limau Gadang.

Camat IV Jurai, Ferro Yp didampingi Sekcam, Zul Irfan Harun menjelaskan, kegiatan pemantauan kasus stunting itu rutin dilakukan, karena merupakan tidak hanya menjadi tanggungjawab orang tua saja, tetapi juga semua pihak.

“Dimana, tanggungjwab itu berada pada pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, Puskesmas serta masyarakat. Kita harus bahu membahu, tidak hanya berpangku tangan, kita lakukan pengawasan dan tindakkan, demi tumbuh kembang anak-anak yang terindikasi stunting khususnya di sekitar kita sebagai penerus generasi bangsa di masa yang akan datang,” terangnya.

Disebutkan, pencegahan dan penanganan kasus stunting menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas Kesehatan tahun 2023. Dalam hal ini juga sangat dibutuhkan peran semua pihak termasuk masyarakat.

“Ya, kita memprioritaskan pencegahan dan penanganan stunting tahun ini. Kita berharap kasus stunting dapat berkurang melalui upaya pencegahan yang dilakukan secara maksimal dengan dukungan peran semua pihak di daerah ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kecamatan IV Jurai juga membawakan bingkisan berupa susu formula. “Hal itu Insya Allah akan terus diberikan secara rutin dan berkala selama 6 bulan ke depan di bawah pengawasan Puskesmas dan bidan desa. Dengan harapan dapat membantu menambah asupan gizi bagi penderita stunting dan tumbuh kembangnya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, dr.Syahrizal Antoni, Senin (8/5) di Painan mengatakan, pencegahan dan penanganan stunting itu akan dimaksimalkan dengan Inovasi Pasan Mande.

“Inovasi Pasan Mande merupakan intervensi dalam upaya penurunan stunting yang meliputi persiapan kesehatan reproduksi remaja putri, pelayanan kesehatan yang standar ibu hamil, ibu bersalin dan menyusui, pelayanan Neonatus terstandar, layananan kesehatan bagi bayi dan balita dan penyediaan pangan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pembangunan kesehatan dilaksanakan melalui peningkatan berbagai sektor, yakni pelayanan kesehatan, pembiayaan sektor kesehatan, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia kesehatan, ketersediaan alat kesehatan, farmasi, dan makanan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *