Kewaspadaan Paham Radikalisme Terus Ditingkatkan

HEADLINE308 Dilihat
Padang AT– Akhir-akhir ini Indonesia sering dihebohkan dengan paham organisasi  yang melenceng dari  kaidah Pancasila  dan agama. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko)  Padang  melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar seminar yang bertemakan  “Tingkatkan kewaspadaan terhadap paham radikalisme” khususnya di Kota Padang.
Seminar ini demi meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap muculnya organisasi atau paham radikal yang tentunya dapat merusak keutuhan NKRI.
Kegiatan yang diselenggarakan di gedung serba guna Bagindo Aziz Chan, Balaikota, Selasa (3/10) ini menghadirkan sebagai narasumber perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN) Budiman.  Sementara narasumber selanjutnya, Kepala Staf Kodim (Kasdim)  0312 Padang Mayor Kav Deswanto.
Di depan peserta seminar yang berasal dari Kecamatan Pauh dan Lubuk Kilangan, Budiman menjelaskan bahaya kegiatan organisasi radikal tersebut.
“Kita ketahui, saluran organisasi radikal dalam merekrut anggota menggunakan teknologi seperti media sosial. Maka itu hal ini patut kita awasi bersama,” ujarnya.
Disamping itu, Kasdim  0312 Padang Mayor Kav Deswanto memaparkan pentingnya semua pihak mengingatkan berbagai gaya baru cara komunis merasuki generasi muda saat ini.
“Untuk itu, kita harus bisa mewaspadai komunis gaya baru yang telah meninggalkan kekuatan dan diktator dalam pengoperasiannya saat  ini. namun tetapi, ada beberapa fakta yang ditemukan bahwasanya mereka juga menggunakan soft power demi  menggambil simpati masyarakat. Padahal ini sangat bertentangan dengan keutuhan NKRI yang wajib kita jaga dan bela bersama”  tukasnya.
Sementara itu, Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kantor Kesbangpol, Boby Firman, mengatakan, kegiatan yang sama juga dilaksanakan kemarin, Senin (2/10), dan diikuti oleh tiga kecamatan.
“Jadi,  seminar “Tingkatkan kewaspadaan terhadap paham radikalisme” telah diikuti oleh seluruh kecamatan se-Kota Padang. Dan kita berharap, hasil dari seminar ini bisa disampaikan ke masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujarnya. (Y / M /K)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *