Kesra Kota Padang Gelar Lomba ABS-SBK

HEADLINE154 Dilihat

Padang AT– Bagian Kesra Pemko Padang kembali menggelar kegiatan Seleksi Tahap I Penilaian Kelurahan Pengimplementasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Syarak Mangato, Adat Mamakai. Alam Takambang Jadi Guru Terbaik 2017, di Aula Basnas Kota Padang, Senin (2/10).

Sebanyak 22 Kelurahan yang akan dinilai, selama tiga hari, Senin-Rabu (2-4) dan Kelurahan Gunung Pangilun yang pertama dinilai dewan Juri.

Ketua Tim Juri Jamilus Kabag Kesra Setda Kota Padang, Dr.Cand Yulizal Yunus,MSi Dt. Rajo Bagindodari UIN Imam Bonjol, Prof.Dr.Ir. Hj. Puti Reno Raudhah Thaib,MT. Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat, Ratmil ,S.Sos,M.Pd Sutan Bagindo dari unsur Dinas Pendidikan Sumbar, H.Mulyadi Muslim.Lc.MA.Kkhatib dari MUI Kota Padang, Drs Suardi .Z. Dt. Rajo Basa, Drs. Syamsiri Malin Mulie dari LKAAM Kota padang, Yusrizal KW Khatib Sutan dari Budayawan.

Anggota Agustina, SH Kasubag Pendidikan Dan Kebudayaan, Yulvira,SH,MM Fungsional Bagian Kesra, Nofrianto, S.Ag Malin Mandaro dari unsur Media, Huryazi Zaira, AMd.Kom dari Kesra, Musral Syofa Rajo Gandam, Drs. Syafwan Diran Qori Bandaro dari Kesra.

Menurut Kabag Kesra Jamilus, penilaian yang dilakukan dalam rangka melihat nilai-nilai Adat Basyandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di tengah tengah masyarakat kelurahan.

Seperti yang terlihat dalam keseharian, banyak yang tidak mengerti apa maksud dari filosofi “ Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah “.

Adapun dalam keseharian ada yang berperilaku sesuai dengan adat tetapi mengabaikan syara’ maupun sebaliknya.

Hal tersebut tentulah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang datang dari luar individu maupun dari dalam individu itu sendiri.

Ini butuh pebinaan lagi supaya ABS-SBK difahami dan dimengerti masyarakat yang diregulkasi pihak Kelurahan.

Penampilan pertama Kelurahan Gunuang Pengilun Andi Amir mampu mejelaskan tentang keberadaan, peranan, pemuka masyarakat, Bundo Kanduang, Majelis Taklim, Karang Taruna dengan pemuda yang disertai PKK Kelurahannya.

Masjid dan Surau sebagai rumah Ibadah juga dijadikan tempat bermusyawarah bersama masyarakatnya.

Sejalan dengan itu, bergagai kegiatan yang dilakukan warga, selalu disupor dengan baik. Selalu menampung keluhan warga untuk memberikan solusinya. Mengkidupkan kembali sasaran Silat Bukit Harimau, Olah raga dan lain sebagainya.

Penampilan kedua dan selanjutnya Kelurahan Mata Air, Alai Parak Kopi, Seberang Padang, Kapalo Koto, Limau Manis Selatan, Surau Gadang, dan Kampung Lapai.- (ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *