• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Senin, November 29, 2021
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Kementerian Bantu Peta Peluang Investasi Gambir Sumbar

26 Oktober 2021
Kementerian Bantu Peta Peluang Investasi Gambir Sumbar

Andalas Time.com,Padang - Kementerian Investasi/BKPM lakukan pengkajian terhadap peta peluang investasi komoditi gambir Sumatera Barat yang akan disiapkan sebagai informasi bagi investor yang akan menanamkan modal terkait industri tersebut.

“Kami melihat peluang investasi gambir di sumbar sangat besar, namun akhirnya kita akan melihat dari hasil kajian. Saat ini kami masih berproses dalam menyusun kajian ini,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal BKPM, Kementerian Investasi, Heldy Satrya Putra di Padang, Selasa (26/10/2021).

Berita Lainnya

SPFC Bertahan di Liga 2, Wagub Audy : Tahun Depan Kita ke Liga I

Wakapolda dan PJU Polda Sumbar hadiri HUT Korpri ke 50

Tiga Orang Guru Besar Universitas Negeri Padang Kembali Dikukuhkan

Ia mengatakan itu usai menghadiri Focus Group Discussion (Diskusi) Proyek Prioritas Strategis di Industri Pengolahan Hasil Perkebunan Gambir Sumatera Barat.

Menurutnya kalau kajian tersebut sudah selesai, akan bisa dilihat sebesar apa peluangnya dan informasinitu yang akan disampaikan kepada calon investor untuk berinvestasi di sumbar khususnya di sektor gambir.

Ia menyebut FGD yang digelar adalah untuk membahas masalah-masalah yang ada. Dari kegiatan tersebut diharapkan ada solusi sehingga bisa terwujud peta peluang investasi berupa informasi sekaligus solusi pengembangan komoditas gambir di sumbar.

Dari hasil FGD didapatkan gambaran bahwa untuk meningkatkan nilai gambir ini, perlu dibangun industri pengolahan. Kementerian Investasi menurutnya juga akan menyiapkan studi bagaimana industri pengolahan gambir dapat di kembangkan di Sumbar.

Kemudian dibuatkan juga kajian tentang pasar. Seperti apa pasar yang harus dikembangkan untuk komoditas gambir di Sumbar.

“Pada akhirnya kita berharap kualitas komoditas gambir dapat di tingkatkan, industri dapat dikembangkan untuk pengolahan gambir sehingga gambir tidak hanya menjadi bahan mentah tetapi sudah menjadi bahan yang diolah di Sumbar. Kemudian kajian atau peta potensi ini dapat pula digunakan untuk meyakinkan para investor berinvestasi di Sumbar untuk mengembangkan komoditas gambir,” ujarnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kementerian Investasi tersebut yang diharapkan bisa mewujudkan perbaikan perekonomian bagi petani gambir Sumbar.

“Indonesia adalah produsen 80 persen gambir dunia. Sumbar adalah daerah penyumbang komoditi gambir terbesar di Indonesia. Ini adalah potensi besar. Namun perekonomian petani gambir tetap belum terangkat,” katanya.

Harga gambir Sumbar kerap jeblok sampai Rp19 ribu - Rp25 ribu per kilogram. Dengan harga itu petani sama sekali tidak mendapatkan untuk karena harga keekonomian sekitar Rp40 ribu.

Ia mengatakan harga gambir yang tidak stabil itu diantaranya karena monopoli pedagang dalam menetapkan harga, kualitas gambir yang kurang naik hingga SDM petani yang perlu dibenahi.

“Ada beberapa kasus petani gambir mencampur produknya sehingga kualitas turun. Namun, pedagang malah mau membeli produk tersebut sehingga menjadi kebiasaan. Ada pula kasus perusahaan yang mau menerima gambir berupa daun sehingga pendapatan petani bukannya naik tapi malah menurun,” katanya.

Pemerintah menurutnya harus melakukan intervensi untuk menyelesaikan persoalan itu. Salah satu wacana yang dikembangkan adalah membentuk BUMD khusus gambir yang membeli produl pada petani dengan harga keekonomian kemudian menjual kembali pada pedagang.

Namun kebijakan tersebut membutuhkan kajian lebih dalam karena itu dukungan dari Kementerian Investasi sangat besar artinya.

“Kita berharap akan ada solusi secepatnya sehingga petani gambir Sumbar bisa sejahtera,” ujarnya.

Ikut hadir dalam FGD itu Team Leader,Tenaga ahli, Koordinator dan PIC Proyek pengembangan Kawasan Industri dari PT.Succofindo, Asissten bidang perekonomian dan pembangunan serta kepala OPD terkait Prov Sumbar, Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia Prov Sumbar, Asisten bidang perekonomian dan pembangunan serta kepala OPD terkait Pesisir Selatan,
Asisten bidang perekonomian dan pembangunan serta kepala OPD terkait limapuluh kota, Pimpinan PT. Padang Industri Park, Ketua AKGI, Kepala balai riset dan standarisasi industri Padang, Prof.Dr.rer.nat.Ir. Anwar Kasim dari Fateta Unand.(Biro Adpim Sumbar)

Post Views: 26
ShareTweetSend
Previous Post

Gubernur Sumbar: Kolaborasi Kunci Bangkitkan Perekonomian

Next Post

Bupati Pasaman H Benny Utama dan Wabup Sabar AS, Hadiri Pencanangan Kampung Budidaya di BBI Rao Selatan

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In