Inilah Pernyataan Gubernur Sumbar, Walikota dan Kapolres Bukittinggi Terkait Kebakaran Pasar Atas

PERISTIWA, SUMBAR117 Dilihat

Padang AT– Kebakaran hebat menghanguskan ratusan toko/kios di Pasar atas kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin (30/10/2017). Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno pada hari itu langsung meninjau kelokasi kebakaran.

Gubernur Sumbar, saat itu langsung mengintruksikan kepada jajarannya untuk membantu pembuatan tempat penampungan pedagang.

“Dengan adanya insiden kebakaran di pasar atas Bukittinggi, membuat perdagangan terhambat. Tidak hanya di Bukittinggi tetapi juga Sumatera Barat. Hal tersebut karena Pasar Atas merupakan pusat pertokoan ramai yang menjadi tujuan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Gubernur.

Dikatakannya bahwa Walikota dan jajarannya akan melakukan kajian komprehensif guna mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Sementara itu, pihak Provinsi dan Pemkot Bukittinggi akan melakukan evaluasi komprehensif tentang Pasar Atas Bukittinggi, karena telah 4 kali terjadi kebakaran sampai sekarang.

Disampaikan Irwan Prayitno, direncanakan pedagang korban kebakaran akan dipindahkan ke Jalan Perintis Kemerdekaan Bukittinggi.

“Pemindahan juga dilakukan pada pedagang di lantai 1 yang notabene tidak secara langsung terkena dampak kebakaran. Kami mengharapkan Pemkot menyiapkan penampungan yang nyaman dan rapi sehingga yang terdampak sekitar 1174 lebih dapat kembali beraktivitas mencari nafkah,” harap Gubernur.

Lepas Gubernur menyampaikan pernyataannya kepada awak media. Walikota Ramlan Nurmatias juga mengulas hal terkait dengan penampungan pedagang. Katanya Pemkot dan instansi terkait sedang mencarikan dana.

“Karena jumlah pedagang yang terdampak lebih dari 1000 orang dan diperkirakan membutuhkan dana Milyaran. Pemkot Bukittinggi akan segera mencarikan solusi kepada para pedagang supaya pedagang dapat melakukan aktivitas kembali,” ucap Ramlan.

Terkait sumber api, disampaikan Walikota, Berdasarkan 10 saksi (penjaga pasar atas Bukittinggi), kebakaran terjadi pukul 5.30 WIB dan berakhir pukul 11.15 WIB.

Katanya, bahwa saksi mendengar ledakan trafo di salah satu Blok C, kemudian api merambat dan membakar gardu blok C. Walikota menyatakan bahwa berdasarkan keterangan saksi tersebut, tim Polres Bukittinggi telah melakukan penyidikan dengan dibantu tim dari Polres Padang Panjang, Payakumbuh, Agam dan Polda Sumbar.

“Jumlah kios yang ada di Pasar Atas berjumlah 794, sekitar 600 lebih kios telah terbakar dan sekitar Adapun kerugian yang diakibatkan kebakaran di Pasar Atas Bukittinggi adalah sekitar 1,5 triliun, ” tutur Ramlan Nurmatias.

Sementara terpisah Kapolres Bukuttinggi AKBP Arly Jamber Jumhana mengatakan bahwa Polres akan membuat posko krisis centre di Jam Gadang selama 1 minggu dan akan berkoordinasi dengan BNPB Kota Bukittinggi.

“Untuk pengamanan jajaran polres Bukittinggi akan meminta bantuan kepada Polda Sumbar, Polres Payakumbuh dan Polda Sumut,” ujar Kapolres. (Iwin SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *