Emzalmi Upayakan Korban Banjir Ke Rusunawa

HEADLINE128 Dilihat

PADANG AT – Banjir yang disebabkan oleh meluapnya aliran sungai di sejumlah titik di Kota Padang, Sabtu (11/3/2017) lalu, setidaknya memberikan “PR” karena telah memberikan sinyal ancaman bagi sejumlah rumah warga yang berada di bantaran sungai. Oleh karena itu, hal ini perlu disikapi pihak terkait agar musibah tersebut tidak kembali terulang.

Wakil Walikota Padang H. Emzalmi mengatakan, banjir tersebut dikarenakan meluapnya air sungai akibat curah hujan yang tinggi terjadi di hulu sungai. Sehingga mengakibatkan terjadinya air bah dan membuat genangan air di sepanjang bantaran aliran sungai yang ternyata cukup banyak ditempati masyarakat sebagai tempat tinggal.

“Jadi, beberapa rumah warga yang berada di bantaran sungai ini sebetulnya tidak layak dijadikan kawasan tempat tinggal selaku aset negara yang tidak boleh ditempati. Lihat saja kawasan ini rawan bencana, karena begitu terjadi curah hujan yang tinggi di bahagian hulu, maka genangan air tidak bisa dhindari akibat meluapnya air sungai,” sebutnya saat meninjau beberapa lokasi yang terkena banjir di Kecamatan Lubuk Begalung, kemarin.

Dikatakan Wawako, menyikapi itu Pemko Padang akan berupaya mencarikan solusi baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Ia pun juga mengimbau, agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai di kota ini agar bisa mencari tempat tinggal yang aman. Karena apabila warga masih nekat tentu sama dengan membahayakan dan menganiaya diri sendiri.

“Untuk itu, kita akan mengkoordinasikannya kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera V selaku pihak yang memiliki kewenangan. Semoga saja ada solusi yang tepat nantinya,” tuturnya.

Lebih lanjut kata Emzalmi, dalam minggu ini pihaknya juga akan mengkoordinasikan dan melaporkan hal tersebut ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurutnya, sebagai solusi yang tepat seperti mengupayakan pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) nantinya.

“Kita akan upayakan sesegera mungkin dibangunnya Rusunawa demi menampung sejumlah warga yang tinggal di bantaran sungai saat ini,” pungkas Wawako.

Berdasarkan informasi yang beredar, akibat banjir yang terjadi Sabtu (11/3/2017) lalu itu menyebabkan putusnya sebuah jembatan gantung di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan. Sementara di Kecamatan Lubuk Begalung yakni di Kelurahan Batung Taba Nan XX, Gurun Laweh Nan XX, Lubeg Nan XX dan Tanjuang Saba Pitameh Nan XX puluhan kepala keluarga (KK) dievakuasi karena air sudah merendam rumah warga.

Dalam peninjauan tersebut juga diikuti Ketua DPRD Padang Erisman, Camat Lubeg Rosail Akhyari, Ketua KSB Kota Padang, Zulkifli, Ketua DPC LPM Lubuk Begalung Zahirsyah Bob serta unsur organisasi kepemudaan setempat. (Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *