• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Kamis, Oktober 29, 2020
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Edi Darma”Pasar Murah Salah Satu Cara Mengurangi Tingkat Inflasi”

20 Desember 2017
Edi Darma”Pasar Murah Salah Satu Cara Mengurangi Tingkat Inflasi”

Berita Lainnya

Jelang Pelantikan PB Lemkari, Leonardy Ingatkan Pengurus Akan Makna Sumpah Pemuda

Anggota DPRD Mastilizal Aye : Jangan Jadikan Mesjid Dan Rumah Ibadah Tempat Berkampanye

Andre Rosiade, Kunci Kemenangan NA - IC Oleh : Novri Investigasi

Padang AT- Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Padang, Edi Darma, mengatakan, pasar murah adalah salah satu cara untuk mengurangi tingkat inflasi di Kota Padang. Dengan pasar murah harga di pasaran dapat stabil dan tidak merugikan rakyat.
Dijelaskan Edi, saat jumpa pers di ruangan Media Center Balai Kota Padang, Rabu (20/12/2017), inflasi per November 2017 mengalami penurunan yang cukup baik yaitu sebesar 0,48%, dan untuk keseluruhan di 2017 mencapai 1,39 %. Ini membuktikan bahwa tingkat inflasi di Kota Padang bisa ditekan dengan murahnya harga bahan pokok.
“Kita juga dapat melihat lansung ketika sebelum hari raya Idul Fitri, harga bahan pangan yang biasanya melonjak tajam. Tapi tahun ini tidak begitu signifikan, ungkap Edi.
“Telah menjadi satu pembuktian bagi TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), bahwa pasar murah berhasil membantu dalam menekan tingginya angka bahan pokok di pasaran, seperti, cabai, bawang, telur dan lainnya,” ulasnya lagi.
Ditambahkannya, program Pemkot Padang menanam cabai dan bawang di halaman rumah juga dapat mengurangi pengeluaran masyarakat. Sebagaimana dilihat dari daerah percontohan penanaman cabai dan bawang yang menunjukkan hasil diluar dugaan.
“Pada awalnya kita ragu akan keberhasilan dari menanam bawang dan cabai di Kota Padang, tapi hasilnya diluar dugaan. Cabai dan bawang berhasil ditanam di Kota Padang, bahkan dengan rentan waktu yang lebih cepat,” ungkap Edi.
Contohnya saja, bawang merah yang di panen pada tanggal 6 Desember lalu. Dari awal penanaman dan panen hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan, dengan jumlah bawang yang biasanya dalam satu rumpun ada 35 buah bawang, akan tetapi di Kota Padang berhasil menumbuhkan 45 buah bawang dalam satu rumpun.
“Ini bisa menjadi solusi dalam mengurangi harga bahan pangan di Kota Padang,” ulas Edi. “Dalam waktu dekat, Pemkot Padang akan kembali mengadakan pasar untuk meringankan beban masyarakat,” tambahnya lagi. (ll/mg)

 

Post Views: 8
ShareTweetSend
Previous Post

Pimpinan Awak Media Online Sumbar Silaturahmi Dengan Humas

Next Post

PBB Kecam Penembakan Abu Thurayya oleh Israel

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In