Disiplin Sebagai Budaya Positif Oleh : Feri Fren (Widyaprada BBPMP Prov. Sumbar)

HEADLINE, OPINI887 Dilihat

Andalas-Time. Solsel – Disiplin…disiplin…..dan disiplin, kata-kata itu sangat mudah untuk diucapkan akan tetapi sangat sulit untuk dilakukan. Seorang atasan atau pimpinan selalu mengingatkan pegawai atau karyawannya agar selalu berdisiplin.

Termasuk dengan peran guru di sekolah yang selalu mengingatkan siswanya untuk berdisiplin, dengan berdisiplin kita akan bisa berhasil dan sukses dalam menjalani hidup ini, katanya.

W.Clement stone dalam bukunya 17 prinsip keberhasilan mengatakan, salah satu agar seseorang bisa berhasil adalah dengan adanya disiplin diri yang tinggi. Lebih lanjut lagi dia mengatakan bahwa orang yang tidak bisa mendisiplinkan dirinya sendiri jangan harap bisa mendisiplinkan orang lain. Disiplin merupakan salah satu bagian dari pendidikan karakter.

Dalam penerapan pendidikan karakter, bagi guru disiplin bukan hanya sekedar ditulis di dalam sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Disiplin merupakan suatu konsep implementasi nyata yang harus dicontohkan oleh seseorang kepada orang lain.

Kalau kita lihat kenyataan di sekolah, masih ada sebagian guru yang hanya pintar mengatakan disiplin dari mulutnya kepada siswa, sementara mereka sendiri tidak memberikan contoh yang baik dalam penerapannya.

Apakah mungkin siswa akan berdisiplin, sementara gurunya sendiri tidak disiplin.
Kenyataan lain dapat juga kita ketahui bahwa disekolah masih banyak jam-jam kosong yang ditinggalkan guru tanpa tugas. Ada guru yang datang tidak tepat waktu, datang terlambat pulangnya cepat.

Masih ada siswa yang berkeliaran di jalan dan di pasar selama jam pelajaran sekolah. Dari segi berpakaian pun masih ada oknum guru yang tidak disiplin sesuai dengan peraturan dan tata tertib sekolah yang telah disepakati secara bersama. Kondisi seperti ini akan sangat mempengaruhi kedisiplinan siswa di sekolah.

Suasana sekolah yang berdisiplin tinggi akan berpengaruh terhadap kehidupan siswa. Disiplin harus dijalani secara konsisten oleh seluruh warga sekolah. Pembinaan disiplin sekolah sangat tergantung pada sikap, ketegasan seluruh pengelola pendidikan di sekolah dalam menjalankan peraturan dan tata tertib sekolah.

Hal ini merupakan sebagai salah satu modal utama dalam pembentukan watak siswa.

Darji Darmodiharjo (1982 : 8-9 ) mengatakan, disiplin merupakan suatu sikap mental yang mengandung kerelaan untuk mentaati semua ketentuan dan norma-norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab. Disiplin sangat erat kaitannya dengan sikap seseorang terhadap peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku ditempat atau dilingkungan dimana orang itu terikat dalam suatu organisasi.

Kalau seseorang itu adalah guru, maka disiplin guru merupakan sikapnya terhadap aturan atau ketentuan yang dibuat sekolah. Hal ini tidak terlepas juga dari aturan disiplin bagi seorang pegawai negeri sipil sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010. Dilingkungan sekolah guru mempunyai kedudukan yang sangat penting.

Siswa sejak dari rumah sudah membayangkan bahwa dia akan memperoleh pelajaran dari guru yang memiliki disiplin tinggi, makanya dia tidak mau datang terlambat. Pada saat guru berdiri didepan kelas semua mata tertuju pada guru, guru menjadi pusat perhatian siswa.

Untuk itulah setiap guru harus memberikan contoh teladan yang baik agar bisa ditiru sebagai pembinaan nilai-nilai karakter bagi siswanya.

Penilaian siswa terhadap gurunya sangat beragam, ada guru yang dianggap keras dan sangat tegas dalam menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah.

Sementara, ada pula guru yang dipandang tidak memiliki disiplin, tidak mau tau urusan sekolah. Mereka hanya datang mengajar dan pulang. Padahal, sebagaimana yang kita ketahui, untuk meningkatkan kualitas sekolah, peran guru sangatlah penting. Perilaku guru akan (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *