• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Kamis, Juni 13, 2024
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Dinkes Pessel Sebut Kasus Diare Sudah Melandai

13 Mei 2024
Dinkes Pessel Sebut Kasus Diare Sudah Melandai

Andalas Time,Pessel - Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, sejak 8 April 2024, makin melandai. Hal ini ditandai dengan penurunan kasus secara signifikan.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Erna Juita menyebutkan bahwa pertanggal 12 Mei 2024 jumlah kasus makin kecil.

Berita Lainnya

Kepala BKPSDM Pessel: SK ASN Formasi 2023 dalam Proses Penerbitan

Pemkab Pessel Sapa Para Jemaah Haji Sedang Menunaikan Rukun Islam di Makkah

Jelang Hari Raya Kurban, Petugas Keswan Tidak Menemukan Sapi Memiliki Penyakit Berbahaya di Pessel

“Puncaknya memang minggu pertama bulan Mei, namun, setelah itu kasusnya menurun,” sebut Erna ketika mendampingi tim Ikatan Dokter Spesialis Anak Indonesia (IDAI) yang berkunjung ke Pesisir Selatan, Minggu (12/5).

Menurut Erna, tim IDAI yang terdiri dari Program Kesehatan Spesialis Anak Unand dan RS M Jamil, melakukan kajian analisis faktor penyebab KLB di Sutera.

“Bermacam faktor, kesehatan lingkungan, sumber air minum, perilaku hidup bersih dan sehat. Kemudian termasuk kajian tata laksana penanganan diare, serta apa yang mengakibatkan KLB diare terjadi,” katanya.

Disebutkan, kajian dilakukan door to door, ke rumah pasien, puskesmas, RS BKM, RSUD M Zein Painan, dan pelayanan langsung ke 7 nagari, bagi balita yang sakit maupun yang sehat, untuk keluar dari kasus KLB tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Direktur RSUD Dr Muhammad M Zein Painan, dr Muhammad Fahriza, Senin (13/5) menyebutkan, jumlah pasien yang masih dirawat di rumah sakit ini tinggal 18 orang, dan didominasi oleh pasien anak.

“Untuk mempercepat pemulihan penyakit diare, maka pihak RSUD Dr Muhammad Zein Painan juga menyalurkan bahan makanan tambahan yang diberikan Dinas Kesehatan,” ungkapnya.(**)

Post Views: 42
ShareTweetSend
Previous Post

Tim Pertamina Sumbar Berupaya Agar BBM dan Gas Tidak Terputus Pasca Banjir dan Lonsor

Next Post

Bapedalitbang Pessel Gelar Rakor Teknis Penilaian Kinerja Stunting

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In