Andalas-Time.com- Pemerintah Kabupaten Agam melalui Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Covid19 serius dalam rangka menangani pandemi covid19. Tidak hanya terhadap dampak ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat, GTP2 Kabupaten Agam juga fokus memutus mata rantai penyebaran covid19 tersebut.
Upaya memutus mata rantai yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Agam dibuktikan ketika meletusnya kasus pertama covid 19 di Kecamatan Baso, Pemerintah Kabupaten Agam gencar untuk membatasi kegiatan kegiatan keramaian, baik itu di pasar, mesjid maupun fasilitas umum lainnya. Tidak hanya itu, upaya untuk memutus mata rantai dari pasien positif corona ini dilakukan tracing secara menyeluruh dan tuntas, serta pelaksanaan karantina terhadap beberapa orang yang diduga terpapar.
Setelah menganalisa klaster dari kasus covid19 di Agam, Pemerintah Kabupaten Agam berupaya untuk memutus penyebaran dari 3 klaster yang ditemukan dengan melaksanakan tracing sampai tuntas. Alhamdulillah, sebanyak 365 orang yang terkontak langsung dengan tiga cluster utama positf covid 19 Agam telah berhasil dituntaskan. Didapatkan melalui tracing yang dilakukan pada 6 Kecamatan di Agam, yaitu Baso, Kamang Magek, Tilatang Kamang, IV Angkek, Canduang, Lubuk Basung.
Ketiga Cluster utama tersebut terdiri dari: (1) Cluster “J” sebanyak 13 orang: 1 orang dinyatakan positif dan 12 orang dinyatakan negatif. (2) Cluster “AG” sebanyak 168 orang: 8 orang dinyatakan positif dan 156 dinyatakan negatif. (3) Cluster “WN” sebanyak 184 orang: 2 orang dinyatakan positif dan 182 dinyatakan negative. Selain tiga cluster diatas, juga terdapat 2 orang OTG positif lainnya yaitu Sdr “RI” Pelaku Perjalanan dari Jakarta dan “RD” Karyawan RSAM Bukittinggi.
Total OTG/ODP Positif di Kabupaten Agam sampai saat ini tercatat sebanyak 17 Orang. Dua orang sudah sembuh atau dinyatakan negative dan sudah dibolehkan pulang kerumahnya. Selebihnya 2 orang di isolasi di RSAM Bukittinggi dan 13 orang diisolasi di BPSDM Padang Besi, Padang.
Terkait banyaknya Tenaga Kesehatan yang terpapar covid19, Pemerintah Kabupaten Agam menyikapi secara cepat. Bersama Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Agam, Bupati Indra Catri turun langsung ke Lapangan untuk memastikan standar yang diterapkan oleh puskesmas puskesmas yang ada di Kabupaetn Agam. Selain memastikan standar pelayanan, Indra Catri juga menyemangati tenaga kesehatan dan juga memberikan Alat Pelindung Diri yang standar kepada Tenaga Kesehatan di Kabupaten Agam.
Dalam rapat evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Agam yang dipimpin langsung oleh Bupati Agam Dr Indra Catri selaku Ketua Gugus Pelaksana Minggu malam (17 Mei) terungkap, betapa pentingnya kesiap siagaan seluruh unsur pendukung pelaksanaan tugas penanganan covid 19 di Agam. Walaupun kita merasa sudah siap namun begitu dihadapkan dengan kejadian yang sesungguhnya tetap saja ada yang dirasakan kurang. Dari Pengalaman tersebut Indra Catri menekankan kepada seluruh anggota Gugus Tugas agar selalu berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan memastikan sarana pendukung kerja dilapangan tersedia dengan cukup.
“Untuk itu, saya akan terus mencek serta melakukan uji coba kesiapan petugas di lapangan “ tukasnya. Perhatian lebih nampaknya perlu diberikan kepada petugas Kesehatan agar bisa bekerja sesuai Protap agar tidak terpapar pada saat menangani pasien yang terpapar. Kita sangat risau melihat fakta banyaknya Petugas Kesehatan Puskesmas yang terpapar positif dalam melaksanakan tugasnya, sebut Indra Catri
Menyikapi hal di atas, Ketua Harian GTP2 Covid Agam M.Dt. Maruhun menghimbau seluruh pihak terkait dalam penanganan covid 19 agar semakin meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap pendatang dan perantau yang pulang kampung. Kepada seluruh masyarakat diharapkan tetap disiplin dengan mematuhi protokol covid 19 yang sudah dibuat oleh Pemerintah.
Sejalan dengan himabuan di atas, Bapak “AG”, dan “JN” juga menyampaikan himbaan kepada seluruh masyarakat agar lebih mengindahkan himbauan pemerintah dan para ulama.
Pada dasarnya beliau terpapar covid 19 karena kurang disiplin dalam mengendalikan diri agar tidak kuluar rumah dan mengunjungi keramaian.
Kedepan marilah kita saling menjaga, saling membantu, saling melindungi diri secara bersama-sama agar keluarga, sanak saudara, dan orang disekeliling kita tidak terpapar corona lagi seperti yang pernah kami alami. Sungguh kami sangat mengharapkan agar tidak ada lagi warga Agam yang terdampak seperti kami ini. Walaupun selama dirawat kami mendapatkan pelayanan yang sangat baik namun perasaan tetap tidak enak apalagi jauh dari sanak saudara dan tidak boleh ditemani. Sekiranya Allah SWT memanggil kami selama dirawat di kemaren maka pertemuan kami terakhir dengan sanak keluarga adalah disaat mereka melepas kami dirumah sewaktu mau ke RSAM”.
Pada bagian lain beliau-beliau itu secara terpisah juga mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Agam kepada Bupati Agam Nyiak Dt.Malako Nan Putiah atas kecepatan beliau menangani kami dan anak-anak kami berdua, kepada masyarakat yang mungkin terpapar karena kami, juga kepada seluruh Petugas RSAM yang telah merawat kami selama 13 hari. Kami mohon dimaafkan terutama dari Masyarakat yang mungkin terpapar karena kami,
Bupati Agam menyampaikan rasa syukur atas kesembuhan “ JN dan AG” sekaligus mengucapkan selamat dan berharap agar pengalaman yang didapat disapaikan kepada seluruh anak kemenakan, sanak keluarga, dan handai tolan lainnya. Apalagi hari raya semakin dekat, dikawatirkan kemungkinan terjadinya Transmisi Lokal akan semakin tinggi. Marilah kita rayakan Lebaran Tahun ini sambil berdo’a kepada Allah SWT, agar bencana Covid 19 ini cepat berakhir. Mari kita saling menahan diri: “Nan Sakali kini ba harirayo tanpa jalang manjalang, cukup di rumah Sajo, jan lupo pakai masker” himbau Indra Catri mengakiri. (WP)







Discussion about this post