• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Sabtu, Oktober 24, 2020
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Orang Tua Tak Ada KTP, Bocah Keluarga Miskin di Padang tak Mendapatkan Penanganan Medis

23 Januari 2018
Orang Tua Tak Ada KTP, Bocah Keluarga Miskin di Padang tak Mendapatkan Penanganan Medis

Padang AT- Habil, seorang bocah 7 tahun kelurahan Banuaran kecamatan Lubuk Begalung kota Padang Sumatera Barat, menderita gizi buruk sejak dua bulan terakhir. Kondisi badannya sangat kurus tinggal kulit pembalut tulang.

Anak keluarga miskin ini tak mendapatkan perawatan medis dengan baik, karena orang tuanya tak punya KTP.

Berita Lainnya

Kawanan Pembobol Data Nasabah Jaringan Internasional di Padang Ditangkap

Ini Penjelasan Polisi Cara Sindikat Internasional Bobol Data Nasabah di Padang

Mendagri Tito Karnavian Bersama Pemprov Sumbar Imbau Masyarakat Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19 Setelah Libur Panjang.

Setiap hari Afrijon (38th), ayah Habil, hanya memandang pilu menyaksikannya anaknya yang terbaring lemah. Sejak dua bulan terakhir, berat badan Habil turun drastis, dan kini hanya tinggal kulit pembalut tulang.

Buah hati Afrijon dan Mira Susanti ini, awalnya menderita step empat tahun lalu. Karena tak ada biaya, orang tuanya hanya membawa ke dukun kampung bukan ke rumah sakit.

Satu tahun kemudian Habil dibawa berobat ke dokter spesialis, dan kondisi badannya masih terlihat normal.

Saat itu tubuh Habil masih kuat seperti anak biasanya. Namun sejak dua bulan terakhir, Habil tidak lagi bisa menelan makanan, kecuali minum air atau susu.

Akibatnya berat badan Habil turun drastis seperti sekarang ini. Afrijon yang hanya seorang pedagang roti bakar keliling, tak sanggup membiayai anaknya berobat kerumah sakit.

Sementara kartu jaminan kesehatanpun ia tak punya lantaran tak punya KTP kota Padang.

“Nggak ada Jamkesmas atau KIS, KTP saja susah sini, sudah lebih delapan tahun tinggal disini, setiap urus KTP selalu dipersulit, bahkan sampai berantam dengan camat yang lama, karena tak ada KTP itu jadi tak ada solusi,” tutur Afrijon kepada Topikini.com Selasa (23/01/2018).

Sebagai pedagang roti bakar keliling, pasangan asal Batang Kapeh kabupaten Pesisir Selatan ini hanya berpenghasilan kurang dari Rp 100.000 sehari untuk menghidupi ketiga anaknya. Sedangkan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan lain.

Mereka hanya berharap ada dermawan yang sudi membantu biaya pengobatan anaknya hingga sembuh.(art)

Post Views: 5
ShareTweetSend
Previous Post

Ada Peluang Tenaga Honorer Diangkat Jadi PNS

Next Post

Ketua Komisi II Gustin Pramona Tegaskan Perlunya Penyamaan Persepsi Dengan OPD

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In