• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Jumat, Oktober 30, 2020
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Menurut Data BPS Sumbar Cabe Merah Sudah Memberi Andil Inflasi di Kota Padang Sebesar 0,68%.

1 Agustus 2019
Menurut Data BPS Sumbar  Cabe Merah Sudah Memberi Andil Inflasi di Kota Padang Sebesar 0,68%.

Andalas-Time.com- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat Sukardi mengatakan, di Kota Padang cabai merah mengalami kenaikan sebesar 20,71% dan 23,60% .

Komuniti bahan dapur seperti sipedas, cabai merah sebagai penyumbang tertinggi dalam inflasi di Sumatera Barat, baik di Kota Padang, maupun Kota Bukittinggi pada Juli 2019.

Berita Lainnya

PB Lemkari 2020-2024 Resmi Dikukuhkan Secara Virtual, Leonardy: Sejarah Baru Bagi Insan Perkaratean Nasional

Jelang Pelantikan PB Lemkari, Leonardy Ingatkan Pengurus Akan Makna Sumpah Pemuda

Anggota DPRD Mastilizal Aye : Jangan Jadikan Mesjid Dan Rumah Ibadah Tempat Berkampanye

“Cabai merah sudah memberi andil inflasi di kota Padang sebesar 0,68% dan 0,58% di Bukittingi. Setelah cabai merah, menyusul sate yang juga mengalami kenaikan sebesar 13,33% pada Juli 2019,” ujar Sukardi saat jumpa pers di Padang, Kamis (1/8).

Selain itu, pemicu inflasi dengan angka 0,89% di Kota Padang juga dipengaruhi oleh seragam Sekolah Menengah Pertama (SMP), emas perhiasan, dan jengkol. Sedangkan angka inflasi di Kota Bukittinggi yang berada di angka 0,46% turut dipengaruhi oleh emas perhiasan, tarif pulsa ponsel, dan cabai rawit.

“Secara umum, bahan makanan masih menjadi penyumbang besar dalam inflasi di Sumatera Barat, yakni ikut andil sebesar 0,73% di Kota Padang, dan 0,42% di Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Angkutan udara yang beberapa bulan terakhir juga pemicu inflasi di Kota Padang, pada Juli 2019 justru mengalami deflasi sebesar 4,89%. Sedangkan bawang merah alami deflasi sebesar 1,50%dan 7,97% di Bukittinggi.

“Selain tiket pesawat dan bawang merah, bahan pokok makanan lainnya yang mengendalikan inflasi diantaranya kentang, beras, tomat sayur, gula pasir, ikan asin, daging ayam ras, dan angkutan antar kota,” ungkapnya

BPS Sumbar mencatat Kota Padang sepanjang Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,89% dan Bukittinggi sebesar 0,46%Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masih menjadi penyumbang inflasi di Kota Bengkuang itu.

“Angka inflasi di Kota Padang dan Bukittinggi pada Juli 2019 masih tinggi dibandingkan nasional yang berada pada angka 0,31%,” sebut Sukardi.

Kota padang menempati urutan ke-5 dan Bukittinggi pada posisi ke-11 dari 21 kota yang mengalami inflasi pada Juli 2019. Sementara secara nasional, Kota Padang menempati urutan ketujuh dan Bukittinggi diurutan ke-20 dari 55 kota yang mengalami inflasi di Indonesia(*)

Post Views: 5
ShareTweetSend
Previous Post

HUT RI ke-74 Pemkab Agam Gelar Rapat Pemantapan Event LUBAS 10 K

Next Post

PIDBF 2019, Antar Kesatuan Berlomba di Race Pertama Siap Ditabuh

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In