• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Sabtu, April 17, 2021
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

KPU Pasaman, Berikan fasilitas Pendamping Bagi Penyandang Disabilitas Pada Pilkada 2020,

4 November 2020
KPU Pasaman, Berikan fasilitas Pendamping Bagi Penyandang Disabilitas Pada Pilkada 2020,

Andalas Time.com,Pasaman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasaman memastikan akan memenuhi hak politik warga negara penyandang cacat (disabilitas) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Ketua KPU Pasaman, Rodi Andermi mengatakan, komitmen KPU untuk memenuhi hak penyandang cacat merupakan upaya untuk peningkatan kualitas Pilkada.

Berita Lainnya

Cherish Harriette Anggota DPD RI, di Sambut Meriah Oleh Pemangku Adat Koto Nopan Pasaman

Wabup Sabar As Terima Piagam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Provinsi

Bupati Benny Utama : 25 Nagari Definitif Disetujui Oleh Kemendagri Secara Prinsip

KPU, kata dia tak mau hanya sebatas mengejar target penggunaan suara, tetapi juga ingin meningkatkan layanan dan fasilitas terhadap para pengguna hak suara.

“Negara adalah pihak yang harus menjamin hak politik penyandang disabilitas dan kesempatan untuk menikmati hak-hak tersebut atas dasar kesetaraan dengan orang-orang lain, dan harus melakukan tindakan-tindakan untuk menjamin bahwa penyandang disabilitas dapat berpartisipasi dalam kehidupan politik dan publik secara penuh dan efektif, baik secara langsung maupun melalui perwakilan yang dipilih secara bebas, termasuk hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk memilih dan dipilih,” ujar Rodi Andermi kepada awak media, Rabu, 04 November 2020.

Rodi Andermi juga menyampaikan, pihaknya menjamin bahwa prosedur, fasilitas, dan materi pemilihan layak, dapat diakses, serta mudah dipahami dan digunakan. Melindungi hak penyandang disabilitas untuk memilih di kotak pemilihan rahasia dalam pemilihan umum dan referendum publik tanpa mengalami intimidasi.

“Menjamin kebebasan berekspresi penyandang disabilitas sebagai pemilih dengan memberikan bantuan dalam proses pemilihan oleh orang yang mereka pilih sendiri jika diperlukan. Mengikuti pemilihan dan dapat dipilih sebagai pejabat publik secara efektif yang dapat melaksanakan semua fungsi publik di semua tingkatan pemerintahan, memfasilitasi penggunaan teknologi pendukung dan baru ketika diperlukan,” terang Rodi Andermi Dt. Putiah.

Sementara, Koordinator Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Pasaman, Taufiq menjelaskan, pemilih disabilitas dikelompokkan sesuai ragam disabilitas yang disandang.
Menurutnya, pemilih disabilitas adalah seseorang yang memiliki keterbatasan fisik (tubuh), intelektual (kecerdasan), mental (kejiwaan), dan/atau sensorik (panca indera).

“Pemilih disabilitas adalah seseorang yang memiliki hambatan mobilitas dan berinteraksi karena faktor lingkungan dan/atau sikap masyarakat. Seseorang yang tidak dapat berpartisipasi penuh dan efektif tanpa lingkungan yang akses, sehingga memerlukan bantuan/pelayanan orang di sekitarnya,” ujar Taufiq.

Pemilih tuna daksa, tambah Taufiq, meliputi pemilih dengan keterbatasan tubuh, diantaranya pengguna kursi roda, polio kaki/tangan, eks lepra, dan orang kecil.

Pemilih tuli yaitu pemilih yang tidak dapat mendengar. Pemilih tuna wicara adalah pemilih yang tidak dapat berbicara. Pemilih tunagrahita adalah pemilih berkebutuhan khusus (keterbelakangan mental) dan pemilih dengan disabilitas lainnya.

“Untuk di Kabupaten Pasaman, jumlah pemilih penyandang disabilitas sebanyak 744 orang. Dengan rincian, disabilitas fisik sebanyak 311 orang, disabilitas intelektual 81 orang, disabilitas mental sebanyak 167 orang serta disabilitas sensorik berjumlah 185 orang,” terang Taufiq.

Bagi pemilih penyandang disabilitas tersebut, tambah Taufiq, akan diberikan fasilitas pendamping oleh anggota KPPS yang telah membuat surat pernyataan dalam membantu pemilih disabilitas menggunakan hak pilihnya dengan baik.

“KPU Pasaman mengharapkan partisipasi seluruh masyarakat yang mempunyai hak pilih, termasuk bagi pemilih penyandang disabilitas agar datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya pada hari Rabu, tanggal 9 Desember mendatang,” pungkas Taufiq. (Tim)

Post Views: 135
ShareTweetSend
Previous Post

Covid Menurun : Lisda Hendrajoni Kunker, Semangat Tolong-Menolong Dilanjutkan

Next Post

Buka Dialog Benang Kusut Omnibus Law, Wako Riza Falepi : Harus Dibicarakan Oleh Para Akademisi Secara Objektif

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In