• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Rabu, November 29, 2023
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Kekerasan Seksual Pada Anak Masalah Serius, Bupati Sabar AS Minta Penanganan Kontinyu

11 November 2023
Kekerasan Seksual Pada Anak Masalah Serius, Bupati Sabar AS Minta Penanganan Kontinyu

Andalas Time,Lubuksikaping,- Kekerasan seksual pada anak akan menimbulkan efek yang fatal. Tidak hanya physik, namun dampak mental jauh lebih kompleks. Bisa berakibat depresi, kecemasan, kecenderungan bunuh diri, perilaku seks menyimpang, hingga krisis identitas gender.

“Tidak ada upaya lain, kita harus bersatu padu melindungi anak dari segala resiko kekerasan. Karena tak jarang pelaku kekerasan pada anak adalah orang dekat, bahkan keluarga dan pendidik.”

Berita Lainnya

Polres Pasbar Tangkap Tujuh Orang Penambang Emas Ilegal di Ranah Batahan

Bupati Pasaman Barat Kembali Mekarkan Sejumlah Nagari di Kecamatan Lembah Melintang

Plt Bupati Pasaman Sabar. AS Buka Dua Sekaligus Kegiatan Bimtek

Hal itu disampaikan Plt.Bupati Pasaman Sabar AS, saat membuka sosialisasi Bahaya dan Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Anak, yang diadakan Dinas P3AKB Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (11/11) di Emir Hotel Lubuk Sikaping.

Menurut Bupati, anak harus memiliki keterbukaan kepada orang tua, juga gurunya. Ciptakan suasana yang komunikatif dengan anak, pancing rasa keingintahuannya serta keinginanya untuk mau bercerita dan terbuka.

“Masalah kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Pasaman beberapa waktu lalu, merupakan hal luarbiasa dan menjadi masalah serius. Semua stake holder dan komponen yang ada di masyarakat harus serius bersatu padu mengatasi masalah ini,” tegas bupati.

Dikatakan juga, secara nasional angka kekerasan terhadap anak dinilai semakin mengkhawatirkan. Dampak yang ditimbulkan oleh hal keji itu beresiko psikologis yang berdampak panjang. Mirisnya lagi, pendidikan seksual dini masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat di negara ini.

“Ciptakan masyarakat dan nagari yang tangguh. Peran ninik mamak, bundo kanduang dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan, guna mengantisipasi terjadinya masalah-masalah sosial dan penyakit masyarakat. Jangan sampai dikemudian hari nanti, muncul generasi sampah yang menjadi toxic di tengah masyatakat,” pesan bupati.

Selanjutnya diingatkan, penanganan kekerasan pada anak tidak hanya secara parsial, namun harus kontinyu dan berkelanjutan, jika perlu dibuatkan regulasinya.

“Buatkan Peraturan Nagari tentang masalah Pekat di setiap nagari, dengan memperhatikan kebiasaan sosial masyarakat dan kearifan lokal yang ada. Karena setiap program sebaiknya ada payung hukum yang melandasi,” ingat Bupati Sabar AS.

Dikatakan, bila merujuk pada undang-undang nomor 35 /2014 tentang perlindungan anak, maka pemerintah punya kewajiban melindungi dan menyiapkan generasi unggul, berdaya saing, siap menghadapi tantangan masa depan yang lebih kompetitif.

Dan yang tak kalah penting, lakukan pendekatan keagamaan dengan segala instrumennya, pendekatan kebudayaan dan kreatifitas seni.

“Kita bentuk karakter anak yang kreatif dengan aktifitas yang positif,” kata bupati.

Terakhir dipesankan bupati, usai sosialisasi ini harus ada aksyen di lapangan dan berdampak pula pada perubahan sikap dan prilaku, khususnya terhadap pola perlindungan anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Pasaman, H. Furqan SKM. MKes melaporkan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan pemahaman seluruh sektor terkait, tentang bahaya kekerasan seksual pada anak, yang dilaksanakan DP3AP2KB Propinsi Sumbar.

“Nara sumber adalah psikolog dari IPKI Sumbar dan advokat dari Peradi Sumbar. Sedangkan peserta dari unsur P2TP2A, PKK dan wali nagari, pemuka adat, bundo kanduang, guru BK, komite sekolah Puspaga serta Forum anak Kabupaten Pasaman,” tutup Furqan.(*)

Post Views: 30
ShareTweetSend
Previous Post

Bupati Sabar AS Teken NPHD, Pasaman Siap Hadapi Pilkada 2024

Next Post

Gubernur Mahyeldi Buka Lomba Pidato dan Festival Kuliner Antar SMA/SMK se Sumbar

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In