• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Senin, April 12, 2021
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Kabid Rehab dan Rekontruksi Suryadi : Pekerjaan Proyek Abrasi Pantai Bobotnya Masih 90 Persen

25 Maret 2021
Kabid Rehab dan Rekontruksi Suryadi : Pekerjaan Proyek Abrasi Pantai Bobotnya Masih 90 Persen

Berita Lainnya

Edward DF Bantu Dua Sejoli Batu Payuang 2 Bolavoli

Wako Riza Falepi Harapkan ASN Jadi Contoh Bagi Masyarakat, Jaga Kinerja Demi Pelayanan Prima

Untuk Pertama Kali, School Of Randang Digelar di Kota Payakumbuh

Andalas Time.com,Padang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar terus kebut pekerjaan pemasangan Sea Wall dan batu pemecah ombak di Pantai Pasir Jambak.

Pengerjaan proyek untuk penanggulangan abrasi pantai tanggap darurat pemasangan batu pemecah ombak atau batu grib (seawall) sepanjang 219 meter di kawasan sepanjang Pantai Pasir Jambak, Kota Padang masih dalam tahap pengerjaan dan hampir rampung. Ditargetkan pengerjaan batu penahan abrasi pantai ini bisa selesai akhir Maret 2021 ini.

Saat pantauan media ini di lokasi, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Suryadi menjelaskan terkait progres pengerjaan sudah mencapai 90 persen. Pengerjaan pengamanan pantai itu terdiri dari pemasangan seawall sepanjang 219 meter dan detroit dengan anggaran sebesar Rp3,6 miliar.

Ia menerangkan, lihat saja di lokasi Pantai Pasir Jambak tampak pekerjaan masih berlangsung,dan selaku Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi kami sedang memantau anggota yang sedang bekerja di bibir pantai menyusun batu grib tersebut.

“Pengerjaan telah mencapai tahap penyelesaian dan berharap kontraktor menyelesaikan akhir Maret ini,” ujar Suryadi saat meninjau pengerjaan proyek, Kamis (25/3/2021).

Diketahui, panjang pengerjaan batu pemecah ombak ini mencapai 219 meter. Kemudian, pantauan langsung kelapangan, batu yang dipasang sudah sesuai dengan standar. Usaha percepatan penyelesaian pengerjaan terus dikebut hingga target rampung akhir Maret terealisasi.

Ditambahkan Suryadi, ada tiga titik pemasangan batu grib yakni di Tugu Merpati Pantai Padang dan di Masjid Al Hakim Pantai Padang serta Pantai Pasir Jambak.

“Untuk pemasangan batu grip di Tugu Merpati sudah 100 persen. Sementara, di Masjid Al Hakim 80 persen pengerjaannya sudah selesai,” tegasnya.

Suryadi menyebutkan pemasangan batu grib di lokasi abrasi pantai di Kota Padang melalui kucuran dana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Total anggaran keseluruhan, lanjutnya, mencapai Rp19 miliar.

Dengan pemasangan batu pemecah ombak di kawasan Pantai Pasir Jambak, Suryadi berharap resiko warga terhadap bencana abrasi pantai bisa diminimalisir.

“Khusus di Pasir Jambak, abrasi pantai berdampak pada warga karena terdapat rumah penduduk. Dengan dipasangnya batu grib, akan efektif mengurangi resiko bencana,” ujarnya.

Lebih lanjut suryadi mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Sumatera Barat, tengah melakukan upaya penanggulangan bencana untuk daerah yang berada dipinggiran pantai di kota Padang Sumatera Barat, untuk mengatasi abrasi pantai yang kian mengancam.

Bencana abrasi pantai berdampak terhadap kerusakan bangunan Insfrastruktur yang dapat menimbulkan kerugian secara materil ataupun in-materil.

Suryadi menjelaskan, Pembuatan sea wall (dinding tembok) ini bertujuan untuk menanggulangi terjadi bencana abrasi pantai yang kian mengancam keberlangsungan hidup masyarakat pinggir pantai.

” Penanggulangan bencana abrasi pantai berada pada 3 titik, yakni di kawasan Masjid Al-Hakim Pantai Padang-Kawasan Muaro, kawasan Wisata Pantai Purus serta kawasan Wisata Pantai Pasir Jambak,” ujar Suryadi.

Dengan selesainya dibangunan seawall ini, semoga nantinya dapat mengatasi masalah abrasi pantai pada masing-masing titik kawasan, sehingga kecemasan dan keindahan bibir pantai semakin aman dan nyaman untuk di pandang, pungkas Suryadi yang akrab disapa Bang OS ini.

Ia melanjutkan, kami dari pihak BPBD akan terus melakukan Monitoring agar pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor dapat menghasilkan pekerjaan yang bermutu dan berkualitas, ujarnya.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan baik dan tanpa mengenyampingkan hasil kualitas dan mutu perkerjaan dan kita berharap agar pekerjaan ini dapat selesai sesuai dengan kontrak agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat baik dari ancaman abrasi yang kerap menghantui maupun dari segi kunjungan masyarakat,”pungkasnya.(h/I)

Post Views: 65
ShareTweetSend
Previous Post

Pengda JMSI Sultra Resmi Dikukuhkan

Next Post

Kapolri Bersama Wali Kota Solo, Tinjau Vaksinasi Dosen dan Pemuka Lintas Agama

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In