• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Sabtu, Oktober 31, 2020
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Jelang Pilkada Padang, Mari Hindarkan Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

13 Januari 2018
Jelang Pilkada Padang, Mari Hindarkan Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

Padang AT- Wartawan senior, Fuad Chaidir Rosha mengajak semua pihak untuk mewaspadai kelompok bayaran yang segaja memproduksi hoax dan ujaran kebencian untuk menjatuhkan lawan politiknya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada 27 Juni 2018.

“Kita harus waspada kemungkinan adanya kelompok yang mirip Saracen muncul di group-group facebook pada Pilkada 2018 ini,” ungkapnya.

Berita Lainnya

Mario Syah Johan : Gerindra Siap Kawal Perkuatan Peran Mamak di Pemerintahan NA - IC

Gubernur Sumbar : Saat Libur dan Maulid Nabi, Serta Bepergian Ke Luar Daerah Wajib Rapid Test

Peduli Adat, Masyarakat Nagari Gaung Solok Siap Dukung Nasrul Abit

Sebagaimana diketahui, jelas Fuad lagi, sebelumnya bahwa konten bermuatan SARA yang disebarkan sindikat Saracen merupakan pesanan dari pihak tertentu. Tarif mereka puluhan juta untuk setiap konten yang mereka produksi dan sebarkan.

“Tak tanggung-tanggung, Saracen memiliki ratusan ribu akun media sosial yang siap menggerakan konten-konten provokasi itu, sehingga berseliweran di jagat maya,” jelasnya.

Maraknya bisnis kebencian itu, ungkap Fuad, tidak bisa dilepaskan dari panasnya situasi politik di Indonesia saat ini. Dan sudah menjadi rahasia umum kelompok-kelompok mana saja yang berafiliasi dengan Saracen.

“Pada umumnya yang menggunakan cara-cara ini merupakan kelompok-kelompok minoritas dan bersaing pada wilayah yang bukan basisnya,” tukuknya.

Dikatakan Fuad, strategi mereka tidak hanya memposting ujaran kebencian tapi menanggapi postingan lawan politik dengan komentar-komentar miring, seperti “Penista Agama” dan lain sebagainya.

“Sudah seharusnya kita waspada terhadap kelompok-kelompok ini, yang akan menebarkan isu-isu negatif pada Pilkada 2018,” cakapnya. (by/ yendra) Sumber Sumbar Time.

Post Views: 8
ShareTweetSend
Previous Post

Seorang Bocah Perempuan Disekap Serta Dirantai Oleh Ibu Kandung dan Ayah Tirinya

Next Post

Ketua ASPRUMNAS Sumbar, “Tidak Ada Biaya Pendaftaran Program Satu Juta Rumah”.

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In