• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Selasa, November 24, 2020
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Hendrizal Azhar “Penggunaan APAR dan Hydrant Perlu Disosialisasikan”.

7 Maret 2018
Hendrizal Azhar “Penggunaan APAR dan Hydrant Perlu Disosialisasikan”.

Berita Lainnya

NA-IC Akan Manfaatkan Pariwisata Untuk Genjot Perekonomian

Walikota Buka Musda DPD LPM Kota Payakumbuh Tahun 2020

Ketua DPD LPM Kota Payakumbuh Periode 2020-2025 Telah Dipilih, Walikota Harap Jalin Sinergitas Dengan Lebih Kuat Lagi

Padang AT- Untuk meningkatkan antisipasi terhadap terjadinya kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Hydrant harus dipahami dan dimengerti oleh semua orang. Terutama di pusat-pusat keramaian seperti sekolah, pasar, hotel, mall, kampus dan gedung perkantoran.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kebakaran Kota Padang, Hendrizal Azhar, saat jumpa pers di ruangan Media Center Balaikota Padang, Rabu (7/3/2018).
Ia menjelaskan, pengetahuan tentang tahapan-tahapan penyelamatan saat berada disekitar titik api sangatlah penting. Termasuk penggunaan APAR dan Hydrant.

Saat ini, Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Padang bekerjasama dengan instansi terkait melakukan sosialisasi kepada mayarakat agar lebih tanggap terhadap bahaya kebakaran.
Dengan melibatkan relawan yang telah dilatih bagaimana cara menghadapi bahaya kebakaran.
Hendrizal menambahkan, saat ini Kota Padang telah memiliki 4 WMK (Wilayah Manajemen Kebakaran) dan 16 unit armada mobil pemadam kebakaran. Namun, WMK tersebut terbilang kurang mampu untuk menjangkau titik api yang berada cukup jauh. Dampaknya, penangganan menjadi lama dan penekanan angka kerugian serta korban akibat kebakaran tidak bisa dimaksimalkan.
Selain itu, kurangnya SDM juga menjadi salah satu hal yang harus diantisipasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap penjangkauan titik api.
“Seharusnya setiap kecamatan terdapat WMK, tapi sekarang belum terpenuhi,” ujar Hendrizal.
Sejak 5 tahun terakhir, sekitar 300 titik kebakaran telah melanda Kota Padang. Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi Damkar sendiri untuk menekan angka kebakaran dan kerugian serta korban akibat kebakaran.
“Untuk sekarang kami terus melakukan upaya-upaya untuk menekan angka kebakaran serta dampak dari kebakaran itu sendiri,” ujarnya (t/i)
Post Views: 9
ShareTweetSend
Previous Post

Alex Indra Lukman : Aturan Cuti Kampanye untuk Anggota Dewan akan Timbulkan Masalah Baru

Next Post

Heryanto Rustam Harapkan Pelaksanaan PUG Bangun Sinergi Berbasis Gender Dengan Pemko

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In