• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Senin, September 20, 2021
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Gubernur Sumbar Tinjau Kondisi Batang Lembang Solok, Penyebab Terjadi Banjir.

23 April 2021
Gubernur Sumbar Tinjau Kondisi Batang Lembang Solok, Penyebab Terjadi Banjir.

Andalas Time.com, Solok --Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansarullah bersama Kepala Dinas PSDA Sumbar Rifda Suryani melakukan peninjaun Sungai Batang Lembang yang akhir-akhir ini setiap tahun banjir di MK Solok, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Kamis (22/4/2021).

Mahyeldi mengatakan secara geografis Sungai Batang Lembang ini terletak pada Kabupaten Solok dan Kota Solok. Merupakan sungai terbesar dan terpanjang di daerah tersebut.

Berita Lainnya

Sumbar Butuh Dukungan BKOW Atasi Dampak Sosial COVID-19

Keluarga Bagindo Aziz Chan Minta Dukungan Pemprov Sumbar Dirikan International School

Gubernur Sumbar Ingatkan Masyarakat Tidak Termakan Hoaks Soal Vaksin

“Sesuai dengan kajian, Batang Lembang menyatunya tiga buah sungai yakni sungai di Nagari Koto Baru dan Nagari Salayo hingga Kota Solok. Disaat curah hujan tinggi maka tidak sanggup menampung debit air yang besar,” ungkap Mahyeldi saat meninjau langsung arus Sungai Batang Lembang.

Menurut mahyeldi untuk mengatatastasi terjadi peluapan air sungai yang menyebabkan banjir dan runtuhnya tebing sungai maka perlu solusi agar dibuat sungai baru untuk memecah aliran air untuk jangka panjang.

“Oleh karena itu perlu dorongan pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk membebaskan lahan demi kelancaran air sungai kalau tidak akan terjadi banjir terus setiap tahun,” kata Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas PSDA Sumbar Rifda Suryani menyebutkan lahan yang perlu dibebaskan agar sekitar 2,5 hektare untuk membiat aliran sungai. Setelah pembebasan lahan sumber dananya dilakukan melalui APBD dan dilakukan penganggaran oleh pemerintah provinsi.

“Dan dibantu juga dari APBN. “InsyaAllah, kolaborasi dan kerja keras semua pihak, bisa memudahkan program ini berjalan,” sebut Rifda.(Hms Sumbar)

Post Views: 212
ShareTweetSend
Previous Post

Payakumbuh Kembali Raih Prediket SAKIP BB, Tahun Ini Menjadi Yang Ke 4 Kali

Next Post

Wagub Sumbar, Audy Joinaldy Lepas Atlet Sumbar Ikut Kejuaraan Menembak Dunia

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In