• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Rabu, Oktober 28, 2020
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Genius Umar : Pejabat Pengelola BUMD Harus Kapabelitas

17 Oktober 2020
Genius Umar : Pejabat Pengelola BUMD Harus Kapabelitas

Andalas Time.com ,Padang — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ternyata menyimpan berbagai permasalahan. Padahal, hampir tiap tahun, BUMD-BUMD ini mendapat suntikan dana, tapi tetap saja mengalami kerugian. Dari 9 BUMD milik Pemprov Sumbar, hanya tiga saja yang memberikan profit kepada daerah dan memberikan pelayanan yang cukup baik pada masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Sejumlah Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumbar dalam debat bertema ‘Adu Strategi Pengembangan BUMD’ yang ditayangkan PadangTV Rabu lalu menguraikan bahwa persoalan mendasar yang jadi penyebab selalu meruginya sejumlah BUMD tersebut adalah penempatan orang-orang yang tidak kapabelitas dalam pengelolaannya.BUMD hanya dijadikan ladang kerja untuk tim-tim sukses dan kerabat-kerabat penguasa, tanpa melihat kompetensinya.

Berita Lainnya

Dari Fase PSBB Hingga AKB, Inilah Grafik Perkembangan Covid-19 Di Kabupaten Agam

Pemerintah Nagari Tigo Koto Silungkang Adakan Trabas Guna Promosikan Wisata.

Selama 3 Hari, Guru PAUD Payakumbuh Dibimtek Lewat Virtual

“Inilah salah satu penyebab, kenapa BUMD-BUMD kita tak bergerak karena pemilihan orang-orang yang mengelolanya tidak berdasarkan kapabelitas, tapi berdasarkan kedekatan. Apalagi nyaris kita lihat, tanpa adanya evaluasi dari kinerja direksi dan komisarisnya. Kalau sudah begini, berapa pun suntikan dana yang diberikan, dia akan merugi terus,” tegas Cawagub Sumbar, DR. Genius Umar diskusi yang dipandu oleh Pemred PadangTV, Nasrian Bahzein.

Diuraikan Genius, secara keilmuan, ada dua hal yang mendasari pengelolaan BUMD yakni administrasi negara dan administrasi niaga. Administrasi negara digerakkan oleh pemerintah dan administrasi niaga digerakkan oleh swasta.

“Irisan dari kedua ini adalah dimana pemerintah negara bergerak ketika ada suatu jasa ekonomi yang bergerak tapi tidak diurus oleh swasta. Artinya, perusahaan negara digerakkan tidak saja untuk kepentingan profitnya tapi juga pelayanan publik,” ungkap Genius, doktor alumni Universitas Gajah Mada (UGM).

Karena itu, lanjut genius, usaha yang dilakukan BUMD tidak sama dengan swasta berbisnis. Usaha yang dilakukan oleh BUMD harus usaha-usaha yang tidak digerakkan oleh swasta sehingga tidak terjadi miss antara perusahaan swasta dan perusahaan negara.

Genius mencontohkan, ketika bis kota yang dikelola oleh swasta tidak bergerak, maka pemerintah hadir mengatasinya dengan membentuk BUMD yang bergerak di bidang transportasi seperti yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta dengan menghadirkan Transjakarta, agar pelayanan publik tetap bisa terus berjalan. Namun tetap tidak mengeyampingkan profitnya.

“Jadi, fungsi utama BUMD untuk pelayanan publik, namun fungsi ekonomi yang diharapkan dapat memberikan pemasukan bagi daerah juga harus dilakukan,” papar Genius.

Di mana-mana, usaha-usaha nyang dkelola BUMD juga tetap memikrikan market value, meski dalam berbisnis tidak sama dengan swasta berbisnis. Karena ada faktor pelayanan publik yang juga harus diutamakan. Misalnya, ketika swasta bisa membuat perusahaan air minum, lalu BUMD membuat usaha yang sama, artinya BUMD membunuh ekonomi masyarakat.

“Nah, seharusnya BUMD mengelola usaha-usaha yang tidak efisien dikelola oleh masyarakat atau swasta, disinilah BUMD masuk. Untuk mengelola usaha yang tidak efisien tersebutlah diperlukan orang-orang profesional dengan suntikan modal dari APBD agar usaha tersbeut bisa bergerak dan menghasilkan profit,” jelas Genius yang saat ini sedang cuti sebagai Walikota Pariaman karena maju sebagai Cawagub dari Cagub Fakhrizal.

Karena itu, kata kunci menurut Genius yang paling tetap dalam mengelola BUMD adalah pengelolaan berdasarkan administrasi negara dan administrasi bisnis. “Jadi, BUMD tidak boleh hanya fokus pada kepentingan bisnis yang mengejar keuntungan, tapi juga memberikan pelayanan publik dengan baik. BUMD bermain dalam dua sisi ini,” ungkap Genius.(Rls/AG)

Post Views: 68
ShareTweetSend
Previous Post

KPU Pasaman Tetapkan DPT Pilkada 2020

Next Post

Kepala BKPSDM Lantik Pejabat Fungsional Analis Kepegawaian

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In