• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Senin, November 29, 2021
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

DPRD Kota Padang Kunjungi Kementerian PUPR dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri

20 Februari 2020
DPRD Kota Padang Kunjungi Kementerian PUPR dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri

Andalas-Time.com- DPRD Kota Padang yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar) melaksanakan kunjungan kerja di luar Sumatera. Kegiatan tersebut melalui alat kelengkapan dewan (AKD) terhitung dari 17 sampai dengan 21 Februari 2020.

Kunjungan kerja Banggar bertujuan ke Kementerian PUPR dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Jakarta terkait soal pembangunan lanjutan Pasar Raya Padang.
Rombongan Banggar didampingi Sekwan Hendrizal Azhar dan Kadis Perdagangan Kota Padang, Endrizal.

Berita Lainnya

Irwan Basir Bantu Korban Kebakaran di Kelurahan Pampangan Lubuk Begalung Kota Padang

Irwan Basir Buka Open Turnamen Sepak Bola FKAN Cup U 21 di Kuranji

Perumda AM Kota Padang Masuk 3 (Tiga) Besar Dalam Penilaian Keterbukaan Informasi Publik 2021 di Sumatera Barat Kategori BUMD

Hadir juga pada kesempatan itu anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade bersama sejumlah Anggota DPRD Kota Padang menyambangi kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Rabu (19/2/2020).

Andre bersama Anggota DPRD, serta Dinas Perdagangan Kota Padang datang meminta bantuan anggaran dari Kemendag dalam perbaikan Pasar Raya Padang Fase VII.

Dalam audiensinya Rabu sore ini, Andre bertemu dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Suhanto.

“Kita sudah melakukan audiensi dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dalam rangka meminta bantuan pemerintah pusat agar Pasar Raya Padang khususnya fase VII itu diberikan bantuan APBN oleh Kemendag dan Kementerian PUPR,” kata Andre di kantor pusat Kemendag, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Andre mengungkapkan, Pasar Raya Kota Padang Fase VII itu sudah rusak selama 11 tahun semenjak terdampak bencana gempa bumi di tahun 2009 silam.

“Jadi sudah 11 tahun pasar ini rusak, lalu usianya sudah lebih dari 40 tahun, dan menampung ribuan pedagang. Tentu ini perlu bantuan dan perhatian pemerintah,” imbuh Andre.

Ia menjelaskan, Pasar Raya Kota Padang ini terbagi menjadi 7 fase atau blok. Fase atau blok VII inilah yang rusak parah dan kondisinya tak layak lagi dipakai pedagang.

“Bahkan juga banyak yang sudah menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). Tentu mudah-mudahan pertemuan ini menjadi terobosan agar pasar ini bisa dibangun,” jelasnya.

Andre mengungkapkan, audiensinya berjalan lancar dengan Suhanto. Menurutnya, Kemendag sepakat membiayai perbaikan Pasar Raya Fase VII ini.

“Alhamdulillah audiensinya berjalan lancar, lalu Pak Dirjen sudah memberikan arahan dan petunjuk untuk dokumen-dokumen segera disiapkan Dinas Pasar dan Pemerintah Kota Padang. Dan insyaallah 3 minggu ke depan Dinas Pasar melalui surat resmi da rekomendasi Gubernur Sumatera Barat akan dikirimkan segera ke Menteri Perdagangan dan ditembuskan ke Menteri PUPR,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan, Pemkot Padang mengajukan anggaran sebesar Rp 170 miliar kepada Kemendag dan Kementerian PUPR untuk memperbaiki Pasar Raya Fase VII itu. Pasar Raya ini memang terbagi menjadi 7 fase, yang total perbaikannya membutuhkan Rp 420 miliar.

“Totalnya Rp 420 miliar, khusus fase VIII Rp 170 miliar,” ungkap Endrizal.

Menambahkan Endrizal, Andre Rosiade mengatakan, perbaikan yang diutamakan yakni pada Fase VII. Pasalnya, blok tersebut merupakan wajah dari Pasar Raya Kota Padang.

“Rp 420 miliar itu pasar Fase I-VII. Tapi memang prioritas kita pasar Fase VII dulu. Karena itu etalasenya Pasar Raya,” terang Andre.

Ia menuturkan, Fase VII ini memang rusak berat hingga tak layak digunakan semenjak terkena bencana gempa di tahun 2009 silam. Sedangkan, Fae I-VI masih layak digunakan pedagang pasar.

“Kita prioritaskan Fase VII dulu. Karena kalau Fase I-VI masih bisa dihuni meskipun kondisinya sudah tua. Kondisi Fase VII ini benar-benar sudah mengkhawatirkan, sudah tidak layak betul,” papar Andre.(Adv)

Post Views: 137
ShareTweetSend
Previous Post

Wawako Erwin Yunaz Sambangi Usaha Bibit Sayur Warga di Taratak Padang Kampuang

Next Post

ABDI BAGI NEGERI: KOREM 032/WIRABRAJA DAN PERGUMULAN KE DALAM KEPENTINGAN MASYARAKAT SUMATERA BARAT

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In