• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Jumat, Juni 25, 2021
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Dinas Pangan Kota Payakumbuh Berikan Pelatihan Olahan Pangan Lokal di SMK 3

8 Juni 2021
Dinas Pangan Kota Payakumbuh Berikan Pelatihan Olahan Pangan Lokal di SMK 3

Andalas Time.com,Payakumbuh - Inovasi dan kreativitas sangat diperlukan dalam menyediakan makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman dengan memanfaatkan pangan lokal non beras non terigu dalam rangka mewujudkan penganekaragaman pangan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh melaksanakan Pelatihan Olahan Pangan Lokal yang dilaksanakan di SMKN 3 Payakumbuh dengan menerapkan protokol kesehatan, Selasa (08/06).

Berita Lainnya

Pemprov Sumbar Targetkan Peningkatan Capaian Vaksinasi

Revitalisasi Danau Maninjau Prioritaskan dan Angkat Keramba Jaring Apung Yang Terbengkalai

Pjs Danramil Kodim1202/Skw, Sosialisasikan Program TMMD Ke-111 Kepada Masyarakat

“Ini sangat penting mengingat potensi pangan lokal kita sangat besar, dan bagaimana kita mengurangi konsumsi beras dan terigu, sehingga pangan lokal kita bisa masuk disana,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Edvidel Arda kepada media.

Edvidel menjelaskan, potensi pangan lokal sangat besar dan dapat dikembangkan. Melalui pengolahan yang baik dan benar maka berbagai jenis olahan pangan lokal seperti dari bahan ubi jalar, ubi kayu, jagung, dan lain-lain akan lebih menarik dan bergizi.

“Sebagai contoh dalam pembuatan brownis biasanya menggunakan tepung terigu pada pengolahan kali ini kita menggunakan singkong parut dan tepung ubi, dengan pengolahan yang tepat maka hasilnya dijamin lebih sehat, lezat, dan bergizi,” jelasnya.

Kadis Ketahanan Pangan berharap melalui pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat masyarakat khususnya ibu-ibu KWT dan guru Paud yang ikut pelatihan, dalam pembuatan jajanan untuk mengolah potensi bahan pangan lokal menjadi jajanan yang sehat dan aman, dengan komposisi gizi yang seimbang.

Disamping memberikan nilai ekonomis dan nilai tambah, pengolahan dan pemanfaatan produk pangan lokal yang berkelanjutan juga diharapkan. Selain itu peserta juga bisa mensosialisasikannya kepada ibu-ibu yang belum ikut pelatihan.

“Setelah mengikuti acara pelatihan ini saya harapkan ibu-ibu peserta dapat menerapkan materi yang disampaikan oleh narasumber dalam menyediakan maupun memproduksi jajanan yang beragam, bergizi seimbang, sehat, dan aman berbasis pangan lokal non beras non terigu yang bernilai komersial,“ pungkasnya. (Gie)

Post Views: 20
ShareTweetSend
Previous Post

Padang - Norwegia Bahas Kerja Sama Olah Sampah Menjadi Energi

Next Post

Pemko Payakumbuh Kembali Tidak Fasilitasi Sholat Idul Adha di Halaman Balai Kota

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In