• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Kamis, Oktober 29, 2020
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Delma Putra Tegaskan Walikota Harus Mampu Mengait Dana Pusat

9 Februari 2018
Delma Putra Tegaskan Walikota Harus Mampu Mengait Dana Pusat

Berita Lainnya

Junjung Tinggi Sportivitas, Irwan Basir Buka Liga SMP 14 Pauh Kuranji

Cegah Covid-19, Pramuka Kota Padang Sosialisasikan Perda AKB dan Kampanye 3 M

Anggota DPRD Rustam Efendi Minta Pemerintah Edukasi Masyarakat Lindungi Bahaya Covid-19

Padang AT- Sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang, Delma Putra menegaskan, tugas seorang wali kota bukan menjadi tukang sapu di jalanan, tetapi sebagai seorang kepala daerah harus mampu mengait dana dari pusat.

“Tugas wali kota bukan menyapu jalan, tetapi harus mampu mengait dana APBN. Kalau menyapu di jalanan itu sudah ada dinas teknis yang mengurus,” ujarnya kepada wartawan di ruangan Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang, Senin, 5 Februari 2018.

Delmi menilai, wali kota saat ini belum memiliki kemampuan mengait dana APBN. Pasalnya, katanya, pembangunan di kota ini masih banyak yang belum terealisasi.

“Kalau hanya mengandalkan dana APBD mana bisa. Dana APBD itu terbatas. Kita harus bangun insfrastruktur kota ini dengan dana APBN. Makanya, kita butuh wali kota yang mampu mengait dana dari pusat,” tegasnya.

Bahkan, Delma membandingkan dengan wali kota sebelumnya, yaitu Fauzi Bahar yang dia nilai lebih mampu mengait dana pusat, sehingga Kota Padang pasca gempa dapat dibangun kembali.

“Terlepas dari kekurangannya, yang jelas dia mampu mengait dana dari pusat. Itu harus kita akui, sehingga banyak pembangunan pasca gempa bisa dilaksanakan,” cakapnya.

Saat ini, cakap Delma, pasca banjir bandang saja di Pasia Nan Tigo Koto Tangah yang mengakibatkan jembatan putus, tak mampu dibangun kembali. Padahal, jembatan itu putusa dan rusak sudah sejak tahun 2015.

“Saya contohkan saja jembatan Pasia Nan Tigo yang putus sejak Mei 2015 oleh banjir bandang. Sampai saat ini tidak ada realisasi pembangunannya,” tegasnya.

Padahal, jembatan Pasia Nan Tigo itu memiliki fungsi yang sagat vital, yaitu menghubungkan dua kampung. Disamping itu, sesuai program unggulan wali kota terkait pariwisata, Pantai Pasia Djambak merupakan objek wisata. Untuk ke Pasia Djambak dibutuhkan jembatan itu.

Untuk membangun kembali jembatan Pasia Nan Tigo tersebut, jelas Delma lagi, dibutuhkan dana Rp5 miliar. Dan itu tidak mungkin didanai oleh dana APBD, tetapi harua melalui dana APBN.

“Tapi sama-sama kita lihat kenyataanya, sampai saat ini tidak ada realisasinya. Makanya kami lihat wali kota saat ini tidak mampu mengait dana dari pusat,” pungkasnya.(z/i)

Post Views: 6
ShareTweetSend
Previous Post

Presiden Jokowi Kunjungi Rumah Tokoh Pers Djamaluddin Adinegoro di Talawi Kota Sawahlunto

Next Post

Walikota Padang Resmikan Pemakaian Gedung Baru (RSUD) Rasidin Padang

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In