• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Jumat, April 16, 2021
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Cegah Stres Anak dimasa Pandemi, Henny Riza Falepi : “Tanyakan Perasaan Anak”.

23 November 2020
Cegah Stres Anak dimasa Pandemi, Henny Riza Falepi : “Tanyakan Perasaan Anak”.

Andalas Time.com - Payakumbuh — Stres selama masa pandemi ini bukan hanya dirasakan oleh orang-orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak.

Pandemi ini mengharuskan anak-anak melakukan semua kegiatan belajar di rumah, tanpa bersosialisasi dengan teman-teman sebaya yang mungkin bisa mengakibatkan kecemasan.

Berita Lainnya

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Penandatanganan Pakta Integritas untuk Seleksi Taruna Akpol di Polda Sumbar Dilaksanakan

Pasca Bulan Ramadhan, Danlantamal II Kunjungan Kerja Ke Walikota Bukittinggi

Sayangnya, anak-anak jarang sekali menunjukkan rasa cemas mereka. Maka dari itu, orangtua berperan penting untuk membuat mereka terbuka tentang perasaan yang sedang dialami.

“Tugas kita adalah membantu anak-anak menghilangkan kecemasan dengan menjelaskan kepada anak apa yang terjadi saat ini dengan bahasa yg mudah mereka mengerti,” kata Bunda Paud Kota Payakumbuh Ny.Henny Riza Falepi saat dihubungi via telepon, Senin(23/11/2020).

Anak-anak tentunya mengetahui berita tentang Covid-19 yang semakin mengerikan dan memahami bahwa sebagian besar hal-hal menjadi tidak pasti.

“Sebagai orang tua, kita perlu membiarkan mereka menjelaskan bagaimana perasaan mereka agar dapat membantu mereka memvalidasi perasaan tersebut,” terangnya.

Menurut Henny, kita juga bisa saling bertukar pertanyaan mengenai kekhawatiran yang sedang dialami untuk membuatnya lebih baik. Daripada hanya memberi jawaban atas ketidakpastian.

Melibatkan anak-anak dalam pemecahan masalah membuat mereka merasa diberdayakan dan mereka adalah bagian dari solusi. Misalnya, beberapa anak berusia lima tahun dapat menjelaskan dengan sangat jelas, apa yang membuat emosi mereka naik dan mengapa.

Sementara itu, beberapa remaja hampir tidak dapat memberikan tanggapan apabila mendapatkan pertanyaan dengan dorongan yang lembut.

“Intinya berikan pertanyaan yang spesifik dan jelas kepada anak-anak. Jangan berputar-putar,” terang Henny

Ingatkan juga ke anak-anak, bahwa mereka masih bisa bermain di rumah dan melakukan hal menyenangkan lainnya bersama orang tua.

“Kita harus memberikan pengertian pada mereka, di tengah situasi yang sulit ini kita memiliki satu sama lain.Sebagai orang tua kita pasti menginginkan yang terbaik untuk anak. Mari fokus pada itu,” pungkas Henny. (Gie)

Post Views: 58
ShareTweetSend
Previous Post

20 Juru Masak Di Payakumbuh Belajar Dari Akademisi UNP

Next Post

Ketua DPD LPM Kota Payakumbuh Periode 2020-2025 Telah Dipilih, Walikota Harap Jalin Sinergitas Dengan Lebih Kuat Lagi

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In