• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Senin, Mei 27, 2024
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Bupati Rusma Yul Anwar Buka Musrembang RPJPD 2025-2045

5 April 2024
Bupati Rusma Yul Anwar Buka Musrembang RPJPD 2025-2045

Andalas Time,Pessel - Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar membuka Musrenbang RPJPD 2025-2045 dan RKPD Tahun 2025 Kabupaten Pesisir Selatan.

Acara ini di aula Kantor Bapedalitbang Pesisir Selatan, Kamis (4/4/2024).

Berita Lainnya

Lakukan Misi Kemanusiaan,Pemkab Pessel Kirim Satu Regu Personil Damkar Ke Kabupaten Tanah Datar

Sekda Mawardi Roska Buka Pra Audit Kasus Stunting

Sekda Mawardi Roska Hadiri Wisuda Ponpes Sabilul Jannah

Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar mengatakan, Musrenbang yang digelar ini adalah Musrenbang yang memiliki arti sangat penting dalam perjalanan masa depan Pesisir Selatan. Pada momen ini akan mendiskusikan seprti apa kerangka umum pembangunan Pesisir Selatan menuju tahun 2045.

Pada saat bersamaan juga dibahas perencanaan daerah tahun 2025 yang merupakan perencanaan tahun terakhir kepemimpinan Bupati Pesisir Selatan periode ini.

“Musrenbang kali ini menjadi sangat krusial, karena selain menentukkan orienstasi perencanaan jangka panjang Pesisir Selatan 20245, juga akan menentukan titik akhir yang hendak dicapai sebagai penutu era RPJMD saat ini. Saya mengimbau marilah kita memanfaatkan momentum ini dengan menjadikan kita menajdi bagian dari penentu masa depan Pesisir Selatan,” katanya.

Rusma Yul Anwar menambahkan dalam beberapa tahun terakhir, sesuai publikasi capaian pembangunan yang dirilis oleh BPS maupun sumber data lainnya memperlihatkan bahwa secara umum capaian makro pembangunan Pesisir Selatan berada pada trend yang positif meskipun posisi belum yang terdepan di Sumatera Barat.

Bahkan, beberapa indikator makro seperti angka penangangguran pencapainnya telah melampaui target akhir RPJMD saat ini yaitu sebesar 4,71 persen. Ini adalah angka penangguran yang termasuk rendah di Provinsi Sumatera Barat.

Pada rilis data terakhir tahun 2023, tren capaian pembangunan negatif terjadi pada angka kemiskinan publikasi terkeni BPS memperlihatkan terjai kenaikan angka kemiskinan di Pesisir Selatan dari 7,11 persen pada tahun 2022 menjadi 7,34 persen thun 2023.

Kondisi tersebut sering menjadi sorotan berbagai pihak dan menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial. Bila ditelaah lebih jauh, kenaikan angka kemiskinan itu terjadi bukan karena pertumbuhan tidak meningkat, namun keadaan ini terjadi karena naiknya garis atau ambang batas standar kemiskinan Kabupaten Pesisir Selatan dari kisaran Rp 526 ribu pada tahun 2022 menjadi Rp 554 ribu pada tahun 2023 atau naik sebesar 4,9 persen.

“Kondisi inilah yang mengakibatkan masyarakat Pesisir Selatan yang sebelumnya terpetakan tidak miskin terseret menjadi miskin bila diukur menurut ambang batas kemiskinan itu. Faktor lain yang juga mempengaruhi kondisi tersebut adalah mayoritas lapangan pekerjaan utama masyarakat miskin dana rentan miskin berada pada sektor pertanian. Sektor ini adalah sektor rentan karena produktivitasnya dipengaruhi oleh banyak hal antar cuaca, ketersediaan benih, pupuk, pestisida dan lainnya,” ungkapnya.

Rusma Yul Anwar menambahkan lagi, meskipun dirasakan imbas dari naiknya garis kemiskinan ini , namun Pemkab Pesisir Selatan dinilai cukup berhasil dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrim dari 0,47 persen atau 2.170 jiwa pada tahun 2022 menjadi 0,17 persen atau 800 jiwa pada tahun 2023.

“Hal ini mampu kita capai karena dalam dua tahun terakhirPesisir Selatan cukup fokus melakukan intervensi penghapusan kemiskinan ekstrim melalui program perlindungan sosial yang langsung menyasar individu masyarakat miskin. Peningkatan pendapatan serta meminimalisir wilayah kantong kemiskinan. Dengan tekan kuat, tahun 2024 ini kita mentargetkan kemiskinan ekstrim menjadi nol persen dan angka kemiskinan turun menjadi 6,65 persen,” kata bupati.

Musrenbang itu hadir Forkopimda, Sekretaris, Daerah, Marwardi Roska, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, camat, walinagari, pimpinan organisasi kemasyarakat dan undangan lainnya.(**)

Post Views: 30
ShareTweetSend
Previous Post

Sekda Mawardi Roska Sebut Puskesmas Lakukan Kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan Sambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H

Next Post

Dalam Rapat Paripurna, DPRD Sumbar Setujui Ranperda Perhutanan Sosial

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD PADANG
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In