• BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Sabtu, Oktober 31, 2020
  • Login
Andalas Time
Advertisement
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI
No Result
View All Result
Andalas Time
No Result
View All Result

Anggota DPRD Amran Tono Minta Pemko Padang Lakukan Terobosan Untuk Mengatasi Banjir

15 September 2020
Anggota DPRD Amran Tono Minta Pemko Padang Lakukan Terobosan Untuk Mengatasi Banjir

Berita Lainnya

Jelang Pelantikan PB Lemkari, Leonardy Ingatkan Pengurus Akan Makna Sumpah Pemuda

Junjung Tinggi Sportivitas, Irwan Basir Buka Liga SMP 14 Pauh Kuranji

Cegah Covid-19, Pramuka Kota Padang Sosialisasikan Perda AKB dan Kampanye 3 M

Anggota Komisi III DPRD Kota Padang Amran Tono menilai Pemerintah Kota Padang harus melakukan terobosan besar dalam mengatasi banjir disaat hujan deras melanda Ranah Bingkuang.
“Harus ada terobosan besar, tak hanya perawatan drainase yang ada saja,” ujar Amran Tono kepada awak media, Senin, (14/9).
Pasalnya, menurut Amran, jika dibandingkan dengan beberapa tahun ke belakang, Kota Padang saat ini lebih cepat kebanjiran jika hujan deras datang. “Kita sudah melihat, 5 atau 10 tahun belakang, hujan 2 atau 3 jam, tidak ada banjir. Kalau sekarang, hujan 3 atau 4 jam, boleh dikata 70 persen, Kota Padang ini sudah kena banjir semuanya,” jelasny
Dikatakan Amran, sistem drainase Kota Padang harus dibenahi dengan melakukan terobosan oleh dinas teknis terkait. “Tentu harus ada terobosan dari dinas teknis terkait. Salah satu contohnya, tentu kita, bagaimana sistem drainase kota kita ini. Harus ada terobosan besar atau langkah besar yang dilakukan dinas terkait atau Wali Kota,” katanya.
Jangan sampai, kata Amran lagi, Pemerintah Kota Padang hanya memoles drainase yang ada, itu pun drainase yang dibuat zaman Belanda. “Jangan untuk memoles-moles saja. Memoles drainase, biasanya ukurannya 1 meter, sekarang 1 meter juga, air yang masuk debitnya 2 meter. Ya melimpah lah ke halan jadinya,” tukuknya.
Ia pun meminta Dinas Lingkungan Hidup lebih pro aktif dalam kampanye dan mengimbau masyarakat agar jangan buang sampah ke saluran atau ke sungai.

“Kita juga mengimbau ke masyarakat, jangan buah sampah sembarangan, mari kita jaga drainase kita. Kalau hanya berharap ke Pemko, tentu ada keterbatasannya. Harusa ada kesedaran diri warga untuk menjaga sungai dan drainase yang ada di Kota Padang ini,” katanya.

Meski demikian, kata Amran, semuanya tetap kembali ke Wali Kota Padang sebagai pimpinan kota. Karena dia punya kekuasaan dan anggaran untuk melakukan terobosan besar tersebut.
“Ini tanggungjawab dia untuk membebaskan kota ini dari banjir. Minimal mengurangi, jangan seperti beberapa tahun terakhir ini. Sebentar saja hujan, semua meluap, kemana-mana tak bisa lagi, akibatnya ekonomi mati, kerugian tentu ditanggung warga,” ujarsnya.(y/i)
Post Views: 693
ShareTweetSend
Previous Post

Warga Komplek Jondul Rawang Kadukan Persoalan Banjir Ke DPRD Padang

Next Post

Inversi Coustic, Grup Asal Lubuk Basung Juara I Lomba Cover Jingle “Alek Demokrasi” se - Sumbar.

Discussion about this post

  • BOX REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • VISI MISI
  • TENTANG KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • KODE ETIK
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
Email: [email protected]

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • PEMPROV SUMBAR
  • BANK NAGARI
  • DPRD
  • INVESTIGASI
  • PARIWISATA
  • OLAHRAGA
  • PARIWARA
  • OPINI

© 2020 PT ANDALAS MEDIA BERSAUDARA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In