Andalas Time,Padang - Manga, sebuah bentuk komik yang berasal dari Jepang, telah memikat perhatian pembaca di seluruh dunia dengan gaya yang sederhana namun penuh detailnya. Berbeda dengan komik Amerika, manga hanya mengandalkan tinta warna hitam sebagai elemen utamanya dalam penciptaan karyanya. Meski demikian, daya tarik manga tidak pudar bahkan merambah ke berbagai belahan dunia.
Namun, pertanyaan yang muncul adalah mengapa manga hanya tetap menggunakan tinta hitam sebagai satu-satunya warna, berbeda dengan komik Amerika yang memanfaatkan palet warna yang lebih luas. Sejarah seni lukis dan kecintaan masyarakat Jepang terhadap gambar memiliki akar yang panjang, bahkan sejak zaman dahulu kala.
Sejak abad ke-12, masyarakat Jepang telah terbiasa membuat narasi dalam bentuk gambar sebagai catatan, dan pada masa itu, penggunaan warna terbatas pada tinta hitam. Hal ini terjadi karena pada masa itu belum ditemukan tinta berwarna. Namun, di era modern saat ini, di mana teknologi telah maju pesat, muncul pertanyaan mengapa manga masih tetap mempertahankan pola hitam putihnya, padahal tinta warna telah ada.
Ketika membahas mengapa manga masih mengandalkan tinta hitam putih, perlu melihat lebih dalam pada faktor-faktor seperti penekanan biaya produksi dan pengejaran waktu tayang karena pewarnaan sangat memakan waktu dan juga biaya.
Walau hanya menggunakan satu warna, karya yang dihasilkan cukup detail seperti halnya manga spy x family yang booming pada tahun 2019 lalu. Manga spy x family ditampilkan dengan cukup detail. Penggunakan warna hitam yang disajikan dapat menggambarkan ekspresi karakter menjadi hidup.
Warna hitam yang digunakan dalam pembuatan manga memiliki kelebihan yang luar biasa untuk mengekspresikan setiap karakternya. Setiap garis dan bayangan yang terbentuk dari warna hitam memberikan dimensi yang kuat, karena warna hitam memiliki kontras yang jelas terhadap kertas warna putih.
Sebagai contohnya dalam manga spy x family yang bergenre komedi ini terdapat salah satu karakter utama yaitu Anya yang digambarkan sebagai karakter imut dan lucu. Hal ini dapat divisualisasikan oleh mangaka dengan warna hitam. Karakter anya yang digambarkan di manga dapat menyampaikan pesan imut dan lucu seperti detail bola mata yang berbinar-binar membuat pembaca merasakan perasaan karakter tersebut.
Penggunaaan warna hitam mampu menggambarkan perasaan dari setiap karakter, Mulai dari kegembiraan hingga ketegangan, warna hitam mampu menjadi alat yang kuat dalam menggambarkan perasaan tersebut. Penggunaan bayangan hitam yang berbeda dapat menciptakan perbedaan yang besar dalam suasana emosi yang ingin disampaikan.
Dengan demikian, penggunaan warna hitam dalam pembuatan manga bukanlah suatu keterbatasan. Hanya dengan warna hitam saja, pembaca dapat merasakan karakter yang digambarkan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa menambahkan warna lainnya juga akan membuatnya lebih menarik, seperti yang terlihat dalam anime adaptasi dari manga. Tetapi hal ini tidak diterapkan dalam manga karena pewarnaan memerlukan biaya yang besar dan waktu yang cukup lama.(**)








Discussion about this post