free stats

Dirawat di Pusat Karantina COVID-19, Remaja 14 Tahun Diperkosa Sesama Pasien

Andalas-Time.com– Berbagai masalah tampaknya mewarnai ibu kota India, Delhi selama wabah COVID-19 menyerang. Bagaimana tidak, setelah dilanda masalah buruh migran hingga menjadi wilayah dengan jumlah infeksi tertinggi, kini kasus pelecehan seksual terjadi di pusat karantina COVID-19.

Tidak hanya itu, korban bahkan masih di bawah umur. Selain itu, korban diduga telah dilecehkan pasien COVID-19 yang juga tinggal di pusat karantina. Sebagaimana dilansir dari NDTV, polisi mengonfirmasi bahwa kasus pelecehan seksual terjadi di sebuah pusat karantina di wilayah selatan Delhi, Chhatarpur.

Dalam pernyataannya pada Kamis (23/7), polisi pun mengungkap bahwa korban adalah seorang remaja perempuan berusia 14 tahun. Polisi kemudian menjelaskan bahwa terduga pelaku pelecehan adalah seorang pemuda berusia 19 tahun.

Polisi juga menambahkan ada pria lain yang ikut terlibat lantaran ia merekam aksi pelecehan seksual. Meski begitu, polisi menjelaskan bahwa pelaku perekaman tidak ikut melakukan pelecehan seksual.

BBC menambahkan bahwa baik korban maupun para tersangka kasus pelecehan adalah penderita COVID-19. Ketiganya juga dilaporkan sama-sama mengalami gejala COVID-19 ringan.

Meski para tersangka telah berhasil dibekuk pada Kamis, tetapi peristiwa pelecehan diketahui sudah terjadi sejak 15 Juli lalu. Polisi lalu mengungkap bahwa insiden terjadi tepat ketika korban pergi ke kamar mandi.

“Insiden itu terjadi pada malam 15 Juli, ketika gadis itu pergi ke kamar mandi,” ucap juru bicara kepolisian setempat sembari menambahkan bahwa insiden pelecehan direkam dengan menggunakan ponsel.

Setelah dilecehkan, korban kemudian bercerita ke seorang kerabat yang saat itu juga tengah dirawat di pusat karantina. Mengetahui pengaduan ini, kerabat korban langsung melapor kepada pihak berwajib.

Polisi kemudian menyampaikan bahwa pihaknya juga telah mendaftarkan kasus di bawah Undang-Undang Perlindungan Anak dari Pelanggaran Seksual (POCSO).

Sementara, kedua pelaku yang masih mengidap COVID-19 telah dibawa ke tahanan pengadilan.

“Terdakwa telah ditangkap dan dikirim ke tahanan pengadilan tetapi akan tetap dalam perawatan institusional sampai mereka pulih dari infeksi (COVID-19),” terang pejabat senior Parvinder Singh, seraya menambahkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden lebih lanjut.

Sementara itu, lokasi karantina di mana insiden ini terjadi dikenal sebagai yang terbesar di dunia. Berisi sekitar 10 ribu tempat tidur, pusat karantina di Delhi ini juga diketahui melayani pasien dengan gejala ringan serta asimtomatik.

Kasus pelecehan di pusat karantina ternama di Delhi ini memang sukses menyedot perhatian publik. Meski begitu, kasus pelecehan di pusat karantina COVID-19 bukanlah yang pertama terjadi di India.

Pasalnya, pada pekan lalu, seorang wanita di pusat karantina Mumbai juga sempat dilaporkan menerima pelecehan seksual. Tidak hanya itu, ada juga laporan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pria di Patna, Bihar. Saat itu, tersangka bahkan disebutkan telah memerkosa anak di bawah umur di dalam ruang isolasi kota.

Terlepas dari kasus pelecehan seksual di pusat karantina, India sendiri telah mencatatkan jumlah infeksi sebanyak 1.290.284 kasus. Sedangkan jumlah kasus kematian menurut Worldometer berada di angka 30.657 jiwa.(NDTV)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *