free stats

Anggota DPRD Zulhardi Z Latif : Wacana Perubahan Nama Kuranji Menjadi Kecamatan Pauh Hal Yang Wajar Tapi Jangan Kita Terpecah

Andalas-Time.com– Wacana  perubahan nama Kecamatan Kuranji menjadi Kecamatan Pauh IX terus menggeliat umpama bola salju. Ada pro juga banyak yang kontra, itu hal wajar dalam tatanan hidup sosial bermasyarakat.

Saat ditemui di ruang kerjanya dan disela-sela rapat di gedung dewan Sawahan- Padang, Selasa (23/6/2020) tokoh Kuranji Zulhardi Z Latif punya pandangan sendiri.

Menurut pandangan tokoh dan putra Kuranji Zulhardi Z Latif, SH. MM yang juga anggota DPRD Kota Padang dari Dapil Kuranji Pauh. Beliau menjelaskan, kami menilai itu hal yang wajar lagiankan baru sekedar wacana dan wacana kan sah- sah saja perubahan Kecamatan Kuranji menjadi Kecamatan Pauh IX. Menurut saya, ini semua tentu perlu kajian yan matang dan mendalam, saran Zulhardi Z Latif yang akrab di sapa Buya ini.

” Jika memang itu mendasar, pelajari dulu apa plus minusnya,” Ujar Ketua Umum IPSI Kota Padang kepada media.

Lanjutnya, jika mengkaji nilai historisnya Pauh IX ini sejarah baru sedangkan yang tersohor itu Kuranji atau lebih dikenal Pauh Si Ampek Baleh. Kemudian ditelusuri dari zaman dahulunya (Belanda) yang terkenal tersebut Kuranji. Sebut saja Harimau Kuranji atau Three Tiger of Kuranji yang ditakuti oleh penjajahan Belanda dahulunya dab bukan Pauh IX, tegas Buya.

Sementara itu, Pauh IX lahir karena adanya perpecahan Pauh Si Ampek Baleh (antara Pauh IX dan Pauh V). Jadi, menurut hemat saya perlunya kajian yang matang dan mendalam sebelum melangkah lebih jauh, Pinta Anggota DPRD Padang Fraksi Golkar ini lagi.

” Secara administrasi negara kita sudah memakai nama Kuranji, baik itu KK, Surat akte tanah bahkan KTP. Bayangkan, sebanyak 130 ribu lebih akan ada nantinya perubahan data kependudukan,” terang Putra Kuranji

Coba kita lihat, Pauh V saja sampai saat ini tidak ada memakai nama Kecamatan Pauh V, mereka hanya memakai nama Pauh saja. Jadi, beranjak dari itu semua kenapa kita mesti ngotot akan merubahnya menjadi Pauh IX? Ujar Buya Zulhardi Sembari bertanya balik.

Namun pada prinsispnya saya sepakat adanya perubahan. Namun perlunya kajian yang matang, jangan asalan saja. Sementara administratif semuanya juga perlu dirubah.

” Jangan kita latah atas pergantian dan penukaran sebuah nama. Kajilah lebih jauh terlebih dahulu sebelum melangkah. Jangan hanya cerita warung, senda gurau kemudian di angkat jadi isu politik.” Tuturnya.

Buya mengajak, mari duduk bersama, ninik mamak, Para orang tua-tua, tokoh masyarakat mengkaji dari zaman penjajahan. Sebab, para pejuang Kuranji sudah berkorban, bahkan banyak yang meninggal demi Kuranji. Jangan kita hanya menghabiskan energi untuk berpolemik mengganti nama Kecamatan Kuranji. Sementara, pembangunan tertinggal, cukup kita berfikiran positif untuk kemajuan.

” Marilah kita sama-sama seayun selangkah, saciok bak ayam sadanciang bak basi, saiyo satido untuk membangun Kuranji lebih maju, bukan untuk berpolemik,” pintanya.

Terakhir, harapan saya jangan gara-gara persoalan perubahan nama tersebut kita terpecah, mari kita tunjukan kekompakan 11 kebersamaan dan saling mengisi, harap Zulhardi Z Latif. (h/I)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *