free stats

Tokoh Adat Puji Polda Sumbar Terkait Akun Bodong Memuat Ujaran Kebencian

Andalas-Time.com– Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar mendapat banjir pujian karena berhasil membongkar akun bodong yang diduga memuat ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap Anggota DPR RI, Hm Mulyadi.

Seperti halnya Ditreskrimsus Polda Sumbar yang berhasil mengungkap akun palsu Maryanto, membuat masyarakat dan tokoh-tokoh adat di Kabupaten Agam merasa lega dan menyampaikan apresiasi serta pujian kepada jajaran Polda dan kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto.

Banjir pujian itu disampaikan ninik mamak, ada pula pujian itu disampaikan secara terbuka melalui media sosial.

Selama ini akun palsu atau akun bodong Maryanto telah menebar fitnah, berita bohong dan ujaran kebencian. Kini kami merasa lega karena sudah terungkap oleh Polda Sumbar siapa pemilik akun Facebook bodong itu,” kata Ketua Keluarga Besar Rang Chaniago (KBRC) Kab. Agam Helmon Datuk Hitam.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Novi Endri Datuk Simarajo yang juga Ketua Suku Koto Kab. Agam. “Saya dua kali difitnah oleh akun palsu Maryanto, saya dituduh sebagai pemecah belah nagari dan dituduh menghambat pembangunan,” kata Novi Endri Dt. Simarajo, Minggu (21/6).Seperti sudah diberitakan media, Tim Cyber Crime Diskrimsus Polda Sumbar berhasil membongkar akun palsu Facebook atas nama Maryanto, dan telah menahan tiga orang tersangka yaitu Eri Syofyar Kabag Umum Pemkab Agam sebagai pembuat akun, Rozi Hendra swasta yang mengoperasikan akun dan Robi Putra ajudan Bupati Agam Indra Catri. Akun ini dilaporkan masyarakat Refli Irwandi, karena postingannya diduga mengandung ujaran kebencian dan pencemaran nama baik Anggota DPR-RI Ir. H. Mulyadi.

Kita telah menahan tiga tersangka yaitu Eri Syofyar yang membuat akun, RZ yang mengoperasikan dan RB yang membantu. Dua ditangkap di Agam dan satu orang di Padang. Dalam kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian ini telah diperiksa 14 orang saksi termasuk Sekda Agam Martias Wanto dan Bupati Agam Indra Catri,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu, Kamis (18/6) kepada media.

Menurut Helmon Datuk Hitam, sebelumnya pernah juga akun palsu Maryanto ini dilaporkan kepada polisi, namun pada waktu itu belum berhasil dingkapkan siapa pelakunya. Informasinya, mantan Kapolda Sumbar Irjen Pol fakhrizal juga pernah menjadi korban fitnah oleh akun bodong Maryanto ini.Karena keberhasilan Polda Sumbar mengungkapkan akun palsu Maryanto ini, Helmon Datuk Hitam dan Novi Endri Datuk Simarajo memberikan apresiasi dan salut kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto bersama jajarannya. Keduanya berharap polisi bisa mengungkap secara terang benderang, siapa aktor intelektual dari akun palsu Maryanto yang telah menyebarkan fitnah, ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap tokoh-tokoh masyarakat Agam dan Sumatera Barat.

Ditambahkan Novi Endri Datuk Simarajo, masyarakat di Kab. Agam sudah muak dengan perbuatan akun palsu Maryanto ini, banyak sekali yang menjadi korban. Bahkan ada kelompok masyarakat yang ingin memotong sapi sebagai syukuran terungkapnya akun palsu Maryanto oleh Polda Sumbar.

Apresiasi kepada Ditreskrimsus Polda Sumbar dan jajaran juga disampaikan Joni Hendra, salah seorang yang ikut melaporkan akun palsu Maryanto ini. Joni Hendra menuliskan apreasiasi itu pada akun Facebook miliknya.

“Setiap perbuatan ada sanksinya. Setiap perbuatan buruk ada karma yang menunggu. Kali ini baru tiga kroco yang ditangkap, mudah mudahan dalam waktu dekat Ditreskrimsus Polda Sumbar juga menangkap otak pelakunya. Bravo Ditreskrimsus Polda Sumbar,” demikian tulis Joni Hendra di laman Facebook Joni Hendra Jambak pada Kamis (18/6) pukul 13.32 WIB.

Selain Refli Irwandi yang melaporkan akun palsu Maryanto ke Polda Sumbar, beberapa tokoh masyarakat lainnya juga ikut melaporkan akun palsu Maryanto, antara lain Helmon Datuk Hitam dan Joni Hendra, dengan tuduhan menyebar fitnah, ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. (Hms Sumbar/ms)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *