free stats

Pemko Payakumbuh Bertekad Wujudkan Brand “Payakumbuh The City Of Randang” go Internasional

Andalas-Time.com– Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh selalu berupaya mewujudkan brand The City of Randang atau Kota Randang yang selama ini sudah mulai dikenal publik menjadi dikenal lebih luas pada skala Internasional.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz , Selasa (04/02) mengatakan perlu banyak upaya dan waktu yang cukup lama untuk membuat branding Payakumbuh The City of Randang menjadi global brand.

“Kita tahu pentingnya branding untuk sebuah kota. Dengan apa yang sudah kita lakukan dalam dua tahun kepemimpinan ini kita berhasil membuat ikon baru untuk Kota Payakumbuh,” katanya.

Menurutnya branding yang baik akan bermanfaat untuk menggerakkan perekonomian daerah ke arah yang positif. Sehingga dapat memberikan kesejahteraan kepada pelaku UKM Rendang yang ada di Payakumbuh.

“Ini yang salah satu ingin kita capai, bagaimana perekonomian kita bergerak positif, walaupun saat ini pertumbuhan ekonomi kita sudah baik,” sebutnya.

Ia menyebutkan bersama dengan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, Pemkot Payakumbuh terus mengawal dan menyempurnakan branding yang dideklarasikan pada Desember 2018 silam.

“Kita harus dapat mengenalkan bahwa Kota Payakumbuh merupakan daerah penghasil terbesar rendang. Setiap harinya sentra industri rendang kita dapat menghasilkan dua ton sehari,” ujarnya.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk membuat ikon tersebut dikenal, Pemko Payakumbuh telah membuat buku Payakumbuh The City Of Randang yang akan terus disebarkan ke daerah-daerah bahkan negara lain yang menjadi tujuan kerja Pemko Payakumbuh.

“Kita sudah memperkenalkan Rendang kita ke berbagai daerah dan negara lain. Mudah-mudahan dengan berjalannya waktu ini akan menjadi populer. Memang tidak ada yang instan,” sebutnya.

Sebenarnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk membuat rendang sebagai makanan menjadi salah satu kuliner yang mendunia dan mengenalkan Payakumbuh City Of Randang.

“Beberapa jenis makanan dari negara lain seperti tom yum dari Thailand dan kimchi dari Korea itu salah satunya dibesarkan oleh Rakyat Indonesia. Sekarang bagaimana kita untuk membranding hal tersebut,” pungkasnya. (Anggi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *