free stats

Massa Aksi Demo Mengaku Dibayar dan Tak Paham Masalah KPK

Andalas-Time.com- Massa aksi mengaku dijanjikan bayaran uang jika ikut meramaikan unjuk rasa mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/9).

Media ini sempat berbincang dengan beberapa orang massa aksi, tetapi tak mau menyebutkan nama. Salah seorang perempuan massa aksi mengaku sebagai warga Cipinang, Jakarta Timur.

Ia mengatakan diajak ikut demonstrasi oleh seseorang bernama Mbak Sri. Perempuan yang berusia sekitar 50 tahun itu bersedia ikut karena tak punya kesibukan. Ia pun terbujuk oleh tawaran uang dan makanan. dilansir dari cnn indonesia

“Ya itu dikasih uang sama snack (makanan ringan),” kata perempuan berkaos hitam.

“Iya lima puluh (Rp50 ribu),” lanjut dia saat ditanyakan mengenai nominal yang ia peroleh dari aksi unjuk rasa.

serif;”>Perempuan itu mengaku sudah diajak demonstrasi di KPK sejak Jumat (14/9) kemarin. Namun saat ditanya apakah ia tahu soal permasalahan revisi UU KPK dan pergantian pemimpin, ia mengaku tak tahu.

“Enggak tahu apa-apa saya. Saya mah ikut meramaikan saja, diajak doang kan,” ucapnya sembari tertawa malu.

Ketika hendak ditanya lebih jauh, ia ditarik oleh perempuan koordinator lapangan. Sang perempuan mengonfirmasi bahwa orang yang menariknya itu adalah Mbak Sri.

Massa aksi lainnya yang ditemui CNNIndonesia. adalah para remaja. Mereka pun enggan mengungkap nama dan identitas detail.
Salah seorang pemuda mengaku sebagai warga yang tinggal di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Ia berkata sedang nongkrong bersama kawan-kawan saat diajak ikut unjuk rasa.

“Diajak teman. Diajak, ‘Mau ikut enggak demo?'” tutur dia.

Serupa dengan sumber sebelumnya, sang pemuda mengonfirmasi dijanjikan bayaran Rp50 ribu untuk ikut aksi selama sehari. Namun bayaran diberikan setelah aksi selesai.

Hingga Sabtu malam (14/5), ada ratusan massa aksi yang ikut demonstrasi mendukung revisi UU KPK. Namun dari jumlah itu, hanya puluhan yang masih berdiri dan ikut dalam orasi. Sementara itu, sebagian besar memilih duduk di pinggir sambil menghabiskan makan nasi kotak mereka(w/I)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *