free stats

Unidha MoU Bersama PWI Dalam Program Studi Komunikasi

Andalas-Time.com- Universitas Dharma Andalas (Unidha) akan menjalin bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar untuk mengembangkan Program Studi (prodi) Komunikasi di perguruan tinggi tersebut, Selasa (30/7).

Hal itu dimaksudkan agar Unidha merupakan perguruan tinggi swasta berada di bawah Yayasan Pendidikan Dharma Andalas itu melahirkan alumnus yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja khusus bidang kewartawanan.

Keseriusan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dharma Andalas yang dibentuk oleh Ikatan Alumni Universitas Andalas tersebut, mendatangi kantor PWI.

Mereka yang datang sekaligus untuk silaturrahim dengan PWI tersebut, Ketua Prodi Ilmu Komunasi, Najmuddin M. Rasul,PhD, Dosen Ilmu Komunikasi, Indria Flowerina, dan beberapa dosen lainnya.

Kedatangan rombongan Unidha disambut Ketua PWI Sumbar, H. Heranof Firdaus, Wakil Sekretaris, Sukri Umar, Nita Indrawati, Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Sawir Pribadi, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Eko Yanche Edrie. Juga terlihat hadir dari Dewan Kerhormatan Provinsi (DKP), Zulnadi, Edi Jarot serta lainnya.

Menurut Najmudin, Unidha telah empat tahun membuka prodi ilmu komunikasi. Untuk lebih memaksimalkan prodi tersebut, pihaknya berkeinginan menjalin kerjasama dengan PWI.

Kerjasama yang dimaksudkan, PWI dapat menfasilitasi tenaga pengajarnya mata kuliah jurnalistik. “Unidha sudah empat tahun membuka prodi ilmu komunikasi, saat ini ada 80 mahasiswa,” ujarnya.

Adanya keinginan Unidha untuk bekerjasama itu disambut baik oleh Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus. Ke depan Unidha diharapkan melahirkan alumnus yang terampil khususnya di bidang jurnalistik.

Menurut, Heranof yang juga pensiunan RRI Padang tersebut dosen yang mengajar mata kuliah bidang jurnalistik harusnya mereka yang telah berkecimpung di dunia kewartawanan. Alasannya ilmu jurnalistik tidak bisa saja dengan teori saja, tapi harus dipraktekkan di lapangan.

“Saya ibaratnya sarjana renang, bila tidak bisa renang, ketika masuk air, ya terbenam. Artinya dunia jurnalistik ini tidak bisa teori saja, tapi harus dipraktekkan di lapangan,” tambahnya.

Keseriusan ke dua belah pihak untuk menjalin kerjasama tersebut, akan dibuatkan Memorandum of Understanding (MoU). Kedua belah pihak akan diikat dalam bentuk kontrak kerjasama.(ab/i) 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *