free stats

Kota Padang Raih Rekor Muri Festifal Bakcang dan Lamang Baluo

Andalas-Time.com– Di bawah kepemimpinan Walikota Mahyeldi, Kota Padang terus menorehkan prestasi yang membanggakan. Kota Padang berhasil meraih rekor MURI atas sajian terbanyak bakcang dan lamang baluo.

Walikota Padang, Mahyeldi didampingi Wakil Walikota, Hendri Septa menerima piagam rekor MURI pada Festival 10 ribu Bakcang dan Lamang Baluo yang digelar Kamis-Jumat (6-7/6) bertempat di bawah Jembatan Siti Nurbaya, Batang Arau Padang.

Rekor MURI ini tak hanya menjadi prestasi yang membanggakan bagi warga Kota Padang. Namun, penghargaan ini sekaligus meneguhkan kebersamaan dan toleransi di kalangan warga kota. Sebagaimana diketahui, bakcang adalah makanan khas warga keturunan Tionghoa. Sementara, lamang baluo merupakan makanan khas Minang. Kedua makanan khas dari etnis berbeda ini bersatu dalam sebuah festival.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyambut baik festival bakcang dan lamang baluo yang dilaksanakan di Kota Padang. Menurutnya, festival ini akan memberi dampak positif dalam pengembangan pariwisata. “Apalagi, Sumatera Barat sedang gencar-gencarnya mempromosikan destinasi wisata halal. Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumbar bisa menjadi sentral wisata halal Sumatera Barat,” ujar Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga memberikan penghargaan pada seluruh panitia pelaksana Festival Bakcang ayam terbanyak dan lamang baluo terbanyak, sehingga melahirkan dan memaksa  Meseum Rekor  Dunia Indonesia (MURI) untuk memberikan Sertifikat,  suatu hal yang luar biasa, menambah kuliner makanan terdaftar di dunia, yang berasal dari Sumbar.
Lamang Baluo dan Bakcang sebuah nama yang sering kita dengar dan bahkan sering kita dengar kuliner makanan padang, terutama rakyat dari sumbar, dua perpaduan makanan ringan ini, dapat disatukan dalam sebuah kegiatan, bahkan meraih nilai Meseum Rekor  Dunia Indonesia, sebut Gubernur.

Festival bakcang dan lamang baluo menjadi sebuah ivent pariwisata di Kota Padang. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan di musim libur Lebaran, banyak pengunjung yang mengikuti festival ini. Masyarakat yang berkunjung tak hanya dari Kota Padang, namun juga dari daerah lain di Sumbar, bahkan ada yang dari luar Sumbar. Tak terkecuali kalangan perantau Minang yang memilih pulang kampung di libur Lebaran ini. (Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *