free stats

Peran Bank Nagari dalam Mendobrak Percepatan Laju Ekonomi Kreatif di Sumatera Barat

Keberadaan Bank Nagari

Bank Nagari merupakan sebuah Bank Pembangunan Daerah (BPD) di provinsi Sumatera Barat. Bank Nagari ialah satu-satunya milik pemerintah daerah provinsi Sumatera Barat yang berguna untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumatera Barat. Disetiap daerah di Indonesia tentu memiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang mana fungsinya sudah di gariskan oleh pemerintah didalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1962 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah.

Keberadaaan suatu BPD tidak lepas dari peran serta masyarakat daerah, artinya bahwa fungsi pokok dari Bank tentu harus memberikan pelayanan prima bagi masyarakat daerah tersebut. Didalam Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1962, disitu disebutkan bahwa BPD didirikan dengan maksud khusus untuk menyediakan pembiayaan bagi pelaksanaan pembangunan daerah dalam rangka Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Semua program-program kerja yang dibuat tentu berlandaskan semangat mengabdi kepada kepentingan masyarakat umumnya dan nasabah Bank khususnya.

Dalam kehidupan era demokrasi yang berciri desentralisasi sekarang, lebih banyak dan pengontrolan kekuasaan dilimpahkan ke daerah. Dalam hal ini memberikan ruang kepada Gubernur untuk bisa meningkatkan laju pertumbuhan di segala aspek pembangunan daerah yang dipimpinnya. Merumuskan kebijakan terkait dengan pembangunan berkelanjutan. Ketika menyentuh ranah Bank Pembangunan Daerah (BPD) semaksimal mungkin program kerja yang disusun harus bisa memberikan dampak signifikan bagi masyarakat banyak.

Bank Nagari salah satu aset penting urang awak dapat dijadikan tonggak utama untuk menjadi pelopor serta pendorong dalam hal kemajuan ekonomi kreatif di Sumatera Barat. Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep ekonomi baru yang  bercirikan pelakunya sebagai objek sentral untuk menciptakan daya kreatif serta inovatif terhadap usaha yang dilakoninya di suatu industri. Beragam bentuknya mulai dari tingkat sederhana sampai ketingkat kelas tinggi.

Sektor Ekonomi Kreatif Sumatera Barat

Tak bisa ditampik, dilansir dari laman www.ekbis.sindonews.com Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia menyatakan bahwa ekonomi kreatif melaju tumbuh 10,14% per tahun. Kontribusi Ekraf pada PDB di tahun 2017 sebesar Rp 990,4 Triliun, laju pertumbuhan yang sangat baik dari tahun 2016 yang menyumbangkan sebesar Rp 849, 6 Triliun dan dari tahun 2015 sebesar Rp 852 Triliun. Sedangkan pada tahun 2018 yang lalu seperti yang dilansir dari situs www.ekonomi.kompas.com, Kepala Bekraf Triawan Munaf memperkirakan lebih dari Rp 1000 Triliun akan menjadi target pencapaian dari sektor Ekraf ini karena data untuk 2018 belum selesai disusun oleh BPS. Artinya, sektor ini dinilai sebagai kekuatan ampuh dalam meningkatkan pendapatan per kapita Indonesia. Ini menjadi pemantik bagi Bank Nagari dimana masyarakat Sumatera Barat khususnya dikenal banyak menjalani usaha sektor ekonomi kreatif. Tak hanya itu potensi besar dari masyarakat Sumatera Barat sangat dirasa melimpah ruah dan menjadi peluang besar bagi Bank Nagari dalam mewujudkan visi untuk memberikan kemakmuran bagi masyarakat.

Upaya dalam menggerakan sektor ekonomi kreatif di Sumatera Barat memerlukan kebersamaan, bersinergi ke semua pihak pelaku ekonomi melalui kegiatan diskusi, training, seminar ataupun nantinya bentuk sosialisasi lain yang dilakukan pihak Bank Nagari dengan menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Potensi yang dimiliki masyarakat Sumatera Barat bisa dikatakan cukup besar. Sumatera Barat yang dikenal memiliki kerajinan yang khas serta unik mampu memberikan sumbangsih bagi laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, kuliner masyarakat Sumatera Barat yang mendunia dan sudah mendapatkan “nama” memiliki potensi besar untuk digerakkan. Juga selain dibidang kerajinan dan kuliner, Sumatera Barat memiliki bentuk seni musik dan fashion khas asli budaya daerahnya, musik dan gaya fashion yang terkenal sampai mancanegara perlu mendapat perhatian lebih bagi Pemerintahan Daerah bila ingin Sumatera Barat ini maju.

Menyadari potensi yang dimiliki masyarakat Sumatera Barat sebegitu besarnya, maka andil dari Bank Nagari sangat diperlukan. Bank Nagari harus benar-benar mengaplikasikan motto yang menjadi prinsipnya yaitu Bersama Membina Citra Membangun Negeri. Untuk mendorong laju percepatan ekonomi kreatif, Bank Nagari bisa memberikan fasilitas berupa pendanaan serta pengawasan lebih secara berkala kepada pelaku usaha dalam rangka mengejawantahkan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1962 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah. Hal utama yang harus diingat adalah skema permodalan sangat mutlak dilakukan karena mempengaruhi usaha pelaku ekonomi kreatif. Membantu pelaku ekonomi kreatif untuk bisa mengakses permodalan lebih cepat dan mudah agar pelaku usaha tersebut bisa melebarkan sayap usahanya secara masif.

Program-Program yang Diluncurkan

Bank Nagari harus tampil di depan dan memainkan peran besar ditengah-tengah arus era ekonomi baru ini agar visi Bank Nagari untuk memajukan masyarakat Sumatera Barat tidak hanya sebatas retorika dan omong kosong saja. Diantaranya menciptakan suasana sustainability funding (pendanaan berkala) yaitu suasana akan keberlanjutan permodalan secara berkala harus diprioritaskan oleh pihak Bank Nagari. Pelaku usaha ekonomi kreatif berkembang atau tidaknya ditentukan oleh sektor ini karena jika tersendat sangat dipastikan usaha yang dijalani oleh masyarakat akan terabaikan dan kurang mendapatkan tempat pasaran yang lebih. Bank Nagari bisa memberikan permodalan melalui m-banking karena jalan ini lebih cepat dan efisien. Selanjutnya untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif ini, adanya KUR (Kredit Usaha Rakyat) Terpadu maksudnya adalah program kredit usaha rakyat yang mempusatkan titik fokusnya kepada penggiat atau pelaku usaha ekonomi kreatif. Dasar dari program ini nantinya berpijak kepada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perkenomian Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat. Kegiatan difokuskan kepada bagaimana nantinya aspek pembiayaan modal kerja harus difokuskan kepada sektor ekonomi kreatif, dengan ini maka pelaku usaha ekonomi kreatif di Sumatera Barat dapat bergerak lebih secara masif lagi.

Bank Nagari harus juga bisa memberikan akses peningkatan kualitas dari sumber daya manusia, penguatan kelembagaan usaha serta melakukan pengawasan kepada indsutri kreatif melalui kegiatan yang disebut monitoring and evaluation (pengawasan dan evaluasi). Kegiatan ini selayaknya dilakukan oleh Bank Nagari dengan menggandeng pihak-pihak terkait seperti Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Sumatera Barat, Dinas UMKM serta LSM yang bergerak di dalam pemberdayaan usaha ekonomi kreatif. Tujuan utama digalakkan kegiatan ini tidak lain adalah memantau dan memberikan perhatian terhadap jalannya usaha mereka supaya para pelaku usaha ekonomi kreatif tersebut bisa meningkatkan aspek produksi berkualitas dari produknya serta jaringan pemasaran dapat terjangkau lebih luas lagi.

Seperti yang disebutkan diatas, beberapa program tersebut perlu menjadi perhatian oleh stakeholders Bank Nagari. Dengan melihat potensi masyarakat Sumatera Barat yang bergelut di bidang ini agaknya menjadi agenda prioritas Bank Nagari untuk memperbaiki ekonomi masyarakat Sumatera Barat dengan menjadikan Sumatera Barat basis dari Ekraf yang bermutu dan berdaya saing.

Ekonomi Kreatif Dilakukan untuk Meningkatkan Perekonomian Sumatera Barat

Perlu diketahui juga, Indonesia menduduki peringkat kelima dengan angka pendapatan per kapita tertinggi di Asia Tenggara. Perekonomian nasional dituntut tumbuh rata-rata antara 6-8% per tahun untuk mencapai negara berpenghasilan tinggi sehingga terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Sedangkan bagi daerah Sumatera Barat, dilansir dari laman www.sumbar.bps.go.id menyebutkan ekonomi Sumatera Barat tahun 2018 hanya tumbuh 5,14% mengalami penurunan sedikit dari tahun 2017 sebesar 5,29%. Menjadi tugas besar Bank Nagari sebagai salah satu tonggak utama dalam roda perekonomian Sumatera Barat. Berbagai persoalan ekonomi ke depan pasti dihadapi oleh masyarakat Sumatera Barat demi mencapai titik ekonomi yang layak bagi semua. Bank Nagari dalam kapasitasnya sebagai Bank Pembangunan Deaerah (BPD) seharusnya menunjukkan perannya sebagai motor utama dalam menggerakan laju pertumbuhan ekonomi kreatif di Sumatera Barat. Bukan saja mengutamakan pelayanan dalam segi birokrasinya, yang lebih penting Bank Nagari sebetulnya membentuk citra positif di kalangan masyarakat dengan mendobrak maju sektor ekonomi kreatif di Sumatera Barat. Dalam rangka menyambut ulang tahun Bank Nagari ke-57, semoga ke depan Bank Nagari senantiasa memainkan peran pentingnya dalam upaya untuk mewujudkan masyarakat Sumatera Barat yang mandiri dan kuat dalam bidang ekonomi kreatif. (**)

Rian Rahman
Wartawan Media Online www.andalas-time.com




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *